DetikNews
Kamis 25 April 2019, 00:15 WIB

Buntut Serangan Bom, Presiden Sri Lanka Minta Kepala Polisi-Menhan Mundur

Tim detikcom - detikNews
Buntut Serangan Bom, Presiden Sri Lanka Minta Kepala Polisi-Menhan Mundur Kondisi gereja akibat bom bunuh di Sri Lanka. (Foto: Reuters)
Colombo - Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena meminta kepala kepolisian dan menteri pertahanan mundur. Permintaan mundur tersebut merupakan buntut dari serangan bom bunuh diri di sejumlah gereja pada Minggu (21/4).

Dikutip dari Antara yang melansir Reuters, Rabu (24/4/2019). permintaan mundur ini diketahui dari dua sumber yang dekat dengan Sirisine. Namun, sumber tersebut menolak disebutkan identitasnya.




Jumlah korban jiwa akibat serangan bom bunuh diri saat Paskah di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka naik jadi 359. ISIS mengklaim menjadi pihak yang bertanggung jawab atas bom bunuh diri tersebut.

ISIS menyatakan serangan itu dilancarkan oleh tujuh penyerang. Tapi, kelompok itu tidak memberi bukti untuk mendukung pernyataannya.




Jika benar, klaim ISIS tersebut akan membuat pengeboman itu menjadi salah satu serangan paling buruk oleh kelompok tersebut di luar Irak dan Suriah.

Serentetan serangan bom menghancurkan ketenangan di Sri Lanka, negara yang berpenduduk mayoritas penganut Buddha, sejak perang saudara yang melibatkan upaya separatis berakhir 10 tahun lalu. Serangan tersebut juga meningkatkan ketakutan bahwa kekerasan antarmasyarakat akan kembali muncul.


Saksikan juga video 'Pascateror Bom, Presiden Sri Lanka Rombak Pasukan Keamanan':

[Gambas:Video 20detik]


(zak/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed