DetikNews
Rabu 24 April 2019, 13:20 WIB

Insan Seelawan, Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Sempat Dikira WNI

Rita Uli Hutapea - detikNews
Insan Seelawan, Pelaku Bom Bunuh Diri Sri Lanka Sempat Dikira WNI Foto: Reuters/Dinuka Liyanawatte
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Colombo - Identitas salah satu pelaku bom bunuh diri dalam rentetan serangan bom di Sri Lanka telah diungkap. Pria tersebut diidentifikasi sebagai Insan Seelawan, warga Sri Lanka.

Semula media-media mengidentifikasi pria tersebut sebagai Insan Setiawan. Namanya yang mirip dengan nama-nama orang Indonesia ini membuat pelaku dikira sebagai warga negara Indonesia (WNI). Namun belakangan dipastikan bahwa pria tersebut bukanlah WNI melainkan warga negara Sri Lanka. Polri telah memastikan tidak ada WNI yang terlibat dalam peristiwa serangan bom saat Hari Paskah di Sri Lanka. Kepastian itu didapat berdasarkan hasil koordinasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan perwakilan Polri dengan Kepolisian Sri Lanka.

Media lokal Sri Lanka, News First kemudian menyebut identitas pelaku bom tersebut sebagai Insan Seelawan. Dia disebut sebagai salah satu dari dua pengebom yang meledakkan bom di Hotel Shangri-La di Colombo pada Minggu (21/4) lalu. Kepolisian Sri Lanka mengatakan, istri Insan dan salah satu saudara laki-lakinya juga tewas meledakkan diri. Istri Insan meledakkan bom ketika aparat kepolisian menyerbu rumahnya. Dua anaknya yang berada di dalam rumah saat kejadian itu, selamat dari ledakan bom.



Saudara laki-laki Insan juga tewas setelah meledakkan bom ketika polisi mencoba menangkap dia. Tiga polisi juga tewas dalam ledakan itu.

Kepolisian menangkap satu orang yang diyakini sebagai ayah Insan serta seorang anak dan sejumlah perempuan, dan seorang tersangka yang merekam penyelidikan polisi di kediaman Insan.

Menurut media Telegraph, polisi juga menggerebek sebuah pabrik tembaga milik Insan dan menangkap sembilan tersangka di pabrik tersebut.

Lebih dari 300 orang tewas dan sekitar 500 orang luka-luka akibat rentetan ledakan bom yang mengguncang Sri Lanka, Minggu (21/4) waktu setempat. Serangan ini tercatat sebagai yang paling mematikan di Sri Lanka dalam satu dekade terakhir sejak berakhirnya perang sipil selama puluhan tahun yang menewaskan sekitar 100 ribu orang.


Serangan bom itu mengguncang sedikitnya tiga gereja yang sedang menggelar kebaktian Paskah pada Minggu (21/4) waktu setempat, kemudian empat hotel mewah dan sebuah rumah yang ada di Colombo.

Ledakan bom yang terjadi dalam kurun waktu saling berdekatan itu mengguncang Gereja St Anthony's Shrine di Colombo yang bersejarah, Gereja St Sebastian di Negombo -- sebelah utara Colombo, dan Gereja Zion di Batticaloa, kemudian Hotel Shangri-La, Hotel Kingsbury, Hotel Cinnamon Grand dan Hotel Tropical Inn. Ledakan kedelapan terjadi di sebuah rumah di Colombo yang digerebek polisi beberapa jam setelah serentetan ledakan bom terjadi. Dilaporkan sedikitnya tiga polisi tewas dalam ledakan yang diyakini dipicu oleh bom bunuh diri tersebut


(ita/ita)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed