DetikNews
Selasa 23 April 2019, 11:58 WIB

Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Pencarian Terus Dilakukan, Korban Tewas Gempa Filipina Jadi 11 Orang Gereja Santa Catalina de Alejandria di Porac, Filipina rusak akibat gempa (REUTERS/Eloisa Lopez)
Manila - Upaya pencarian para korban gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 di Filipina terus dilakukan. Sejauh ini korban tewas bertambah menjadi 11 orang.

Gempa bumi ini mengguncang wilayah Manila sebelah barat laut pada Senin (22/4) malam waktu setempat. Dilaporkan, gempa ini memicu kerusakan parah pada bandara setempat dan memicu kepanikan warga.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (23/4/2019), dampak gempa terparah ada di wilayah Provinsi Pampanga. Otoritas setempat menyebut seluruh 11 korban tewas berasal dari provinsi tersebut. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa puing-puing gempa.

Upaya penyelamatan di Pampanga sejak Senin (22/4) malam berujung penyelamatan tujuh orang dan evakuasi empat jenazah korban. Jumlah korban tewas diperkirakan masih bisa bertambah karena para petugas penyelamat masih menyisir reruntuhan untuk mencari korban.


Para petugas juga berupaya mengakses kerusakan di area-area terpencil yang tidak mendapat aliran listrik dan jalur komunikasinya terputus akibat gempa kuat ini.

Dalam upaya penyelamatan di Porac, para petugas menggunakan crane dan jackhammer (pengebor batu) untuk menghancurkan puing beton raksasa dari sebuah gedung empat lantai yang ambruk akibat gempa. Dilaporkan sekitar 30 orang yang ada di gedung itu belum diketahui keberadaan dan nasibnya.

"Mereka (para petugas) masih mendengar setidaknya satu orang yang masih hidup. Orang ini tertimbun puing beton," sebut Gubernur Pampanga, Lilia Pineda, kepada wartawan setempat.

Gempa bumi ini juga memicu kerusakan pada sejumlah gereja lokal yang berusia beberapa abad.


Pakar geologi setempat melaporkan pusat gempa ada di kota Castillejos, yang berjarak 100 kilometer sebelah barat laut Manila. Kekuatan gempa ini awalnya dilaporkan mencapai Magnitudo 6,3 namun kemudian direvisi menjadi Magnitudo 6,1.

Di Manila, gedung-gedung bertingkat bergoyang hebat saat gempa mengguncang. Akibatnya, beberapa gedung mengalami retakan besar di bagian dinding.

Layanan kereta metro dihentikan sementara, sedangkan ruas jalanan dipenuhi orang-orang yang mengungsi. Pemerintah setempat menetapkan hari libur untuk para pegawai negeri sipil setempat pada Selasa (23/4) waktu setempat, untuk memberikan kesempatan bagi inspeksi gedung-gedung setempat.

Diketahui bahwa wilayah Filipina merupakan bagian dari 'Cincin Api' Pasifik yang rawan dilanda gempa bumi.

Gedung empat lantai di Porac, Filipina rusak akibat gempa bumiGedung empat lantai di Porac, Filipina rusak akibat gempa bumi Foto: REUTERS/Eloisa Lopez

(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed