DetikNews
Senin 22 April 2019, 02:55 WIB

Warganya Jadi Korban, Trump hingga Erdogan Kecam Teror Bom Sri Lanka

Danu Damarjati - detikNews
Warganya Jadi Korban, Trump hingga Erdogan Kecam Teror Bom Sri Lanka Foto: Recep Tayyip Erdogan Presiden Turki (BBC World)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Kolombo - Sudah 207 orang yang tewas karena teror bom di gereja dan hotel di Sri Lanka. Di antara mereka ada warga AS, Inggris, hingga Turki. Para pemimpin negara mengecam pengeboman itu.

"138 orang tewas di Sri Lanka, dan 600 orang terluka parah dalam serangan teroris pada gereja-gereja dan hotel-hotel. Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa yang tulus untuk orang-orang hebat Sri Lanka. Kami siap membantu!" kata Trump via akun Twitternya, Minggu (21/4/2019) waktu setempat.



Dilansir Reuters dan CNBC, Trump menyatakan ada sejumlah warga AS yang menjadi korban tewas di antara ratusan orang itu. Trump menyatakan kedutaannya akan selalu mendampingi pihak korban.

Ada pula tiga orang warga negara Inggris dan dua orang dengan kewarganegaraan ganda, AS dan Inggris, yang turut menjadi korban. Hal ini dijelaskan oleh Kementerian Luar Negeri Sri Lanka sebagaimana dilansir BBC.

"Aksi kekerasan terhadap sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka sangat mengerikan, dan simpati terdalam saya bersama semua yang terdampak oleh waktu yang tragis ini. Kita harus berdiri bersama untuk memastikan tak ada satupun yang mempraktikkan agama mereka dalam rasa takut," kata Perdana Menteri Inggris Theresa May lewat akun Twitternya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga mengutuk serangan pada Hari Raya Paskah ini. Menurutnya, ini adalah serangan terhadap kemanusiaan.

"Saya mengutuk sekeras mungkin terhadap serangan teror Paskah di Sri Lanka. INi adalah serangan terhadap kemanusiaan. Atas nama rakyat Turki, saya menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban dan rakyat Sri Lanka, saya berharap semoga yang luka-luka dapat segera pulih," kata Erdogan dalam akun Twitternya.



Dua orang warga Turki, Serhan Narici dan Yigit Cavus, menjadi korban tewas serangan itu. Mereka adalah para insinyur, berada di Sri Lanka dalam rangka mengerjakan proyek.

Paus Fransiskus mengecam serangan sebagai "kekerasan yang begitu kejam" dengan sasaran umat Kristen yang sedang merayakan Paskah.

Kardinal Kolombo, Malcolm Ranjith, mengatakan kepada BBC: "Situasi ini sangat sulit dan sangat menyedihkan bagi kami semua karena kami tidak pernah memperkirakan hal ini akan terjadi dan khususnya di Hari Paskah."



Di jajaran pemerintahan, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe juga mengutuk serangan.

"Saya mengutuk keras serangan pengecut terhadap rakyat kami hari ini. Saya menyerukan kepada seluruh rakyat Sri Lanka untuk tetap bersatu dan kuat dalam situasi tragis ini."



(dnu/fdu)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed