detikNews
Rabu 17 April 2019, 19:58 WIB

Ukraina Klaim Tangkap Tim Pembunuh yang Dikirim Intelijen Militer Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Ukraina Klaim Tangkap Tim Pembunuh yang Dikirim Intelijen Militer Rusia Direktur SBU Vasyl Hrytsak (kiri) dan Jaksa Militer Ukraina Anatolly Matios (REUTERS/Valentyn Ogirenko)
Kiev - Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengklaim telah membekuk tim pembunuh yang dikirim oleh intelijen militer Rusia. Tim pembunuh ini diyakini bertanggung jawab atas upaya percobaan pembunuhan terhadap seorang mata-mata militer Ukraina.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (17/4/2019), penangkapan tim pembunuh dari intelijen militer Rusia ini dilakukan menjelang putaran kedua pemilihan presiden (pilpres) Ukraina pada 21 April mendatang. Presiden incumbent Petro Poroshenko yang mencalonkan diri, menyebut dirinya sebagai commander-in-chief yang harus membela Ukraina.

Diketahui bahwa isu Rusia, yang mencaplok Crimea tahun 2014 dan mendukung separatis pro-Rusia di Ukraina Timur, selalu menonjol menjelang pemilu di Ukraina.


Direktur SBU -- badan intelijen utama, Vasyl Hrytsak, menyatakan ada tujuh anggota tim pembunuh asal Rusia itu yang ditahan pihaknya. Satu orang lainnya ditahan pada Rabu (17/4) pagi waktu setempat. Dua anggota tim pembunuh ini diketahui berkewarganegaraan Rusia, sisanya enam orang merupakan warga Ukraina.

Jaksa militer Ukraina, Anatoly Matios, menyebut dua warga Rusia itu sebagai staf perwira intelijen milter Rusia, GRU.

"Mereka yang ditahan terlibat dalam upaya pembunuhan seorang pegawai Dinas Intelijen pada Kementerian Pertahanan Ukraina ... di Kiev pada April," sebut Matios dalam pernyataannya.


Ditambahkan Matios bahwa kelompok ini telah menanam sebuah bom di bawah mobil pegawai tersebut, yang akhirnya meledak lebih awal dan melukai salah satu anggota kelompok itu sendiri.

Pihak SBU bahkan merilis rekaman video yang menunjukkan momen penanaman bom tersebut, yang diikuti sebuah ledakan besar. Video itu juga menunjukkan seorang pria sedang terbaring di ranjang rumah sakit, dengan sebagian lengan kanannya diamputasi. Dalam video, pria itu mengakui dirinya warga Rusia dan lahir di Moskow.

Belum ada tanggapan dari GRU terkait penangkapan ini.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed