detikNews
Selasa 09 April 2019, 18:32 WIB

600 Ekstremis Bangladesh Menyerahkan Diri, Terbesar dalam Puluhan Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
600 Ekstremis Bangladesh Menyerahkan Diri, Terbesar dalam Puluhan Tahun Ilustrasi
Dhaka - Lebih dari 600 ekstremis di Bangladesh akan menyerahkan diri kepada otoritas berwenang. Penyerahan diri semacam ini disebut Kepolisian Bangladesh sebagai yang terbesar dalam puluhan tahun terakhir di negara Asia Selatan itu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/4/2019), Kepala Kepolisian Distrik Pabna, Sheikh Rafiqul Islam, menyatakan bahwa ratusan 'ekstremis' sayap kiri itu akan menyerahkan senjata rakitan dan senjata api yang mereka gunakan kepada Menteri Dalam Negeri Bangladesh dan Kepala Kepolisian dalam seremoni resmi di stadion setempat.

"Pemerintah akan berupaya untuk membantu merehabilitasi mereka agar mereka bisa kembali ke masyarakat," ujar Rafiqul Islam dalam pernyataannya.

Diketahui bahwa distrik Pabna yang terletak di Bangladesh sebelah barat dilanda konflik sejak tahun 1970-an, dengan pergerakan sayap kiri termasuk Maoist dan kelompok-kelompok suku lokal bertempur melawan pemerintah Bangladesh dari kawasan hutan setempat.


Otoritas Bangladesh menyebut mereka sebagai 'ekstremis' dan menyalahkan mereka atas rentetan pembunuhan tokoh-tokoh politik dan para jurnalis setempat, serta atas serangan-serangan mematikan terhadap militer dan polisi.

Aktivitas para 'ekstremis' ini berkurang sejak dibentuknya unit kepolisian elite Bangladesh bernama Batalion Aksi Cepat (RAB) pada pertengahan tahun 2000-an. Banyak gerakan pemberontakan yang mulai mundur saat menghadapi operasi-operasi brutal dari unit kepolisian elite.

Kelompok-kelompok HAM menuduh Batalion Aksi Cepat telah melakukan pembunuhan di luar hukum terhadap tokoh-tokoh sayap kiri di negara tersebut.

Disebutkan Rafiqul Islam bahwa penyerahan diri para ekstremis ini akan menjadi yang terbesar sejak tahun 1997 lalu, saat ribuan petempur suku dari bukit Chittagong yang berbatasan dengan Myanmar menyerahkan senjata mereka dalam kesepakatan damai dengan pemerintah Bangladesh.


Dua tahun kemudian, 400 militan menyerahkan diri dan ditunjuk menjadi anggota satuan cadangan pada pasukan kepolisian Bangladesh.

Kemudian dua bulan lalu, sekitar 100 pengedar narkoba menyerahkan diri dalam program amnesti dengan otoritas lokal. Pada tahun 2018 lalu, pemerintah Bangladesh mengumumkan 'perang' untuk membersihkan negara itu dari narkoba. Belasan pengedar narkoba tewas dalam operasi itu.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed