detikNews
Selasa 09 April 2019, 17:07 WIB

Gereja Katolik Jepang Mulai Selidiki Tuduhan Kekerasan Seks Pastor

Novi Christiastuti - detikNews
Gereja Katolik Jepang Mulai Selidiki Tuduhan Kekerasan Seks Pastor Ilustrasi (BBC World)
Tokyo - Gereja Katolik Jepang menyatakan akan membuka penyelidikan internal terhadap tuduhan-tuduhan kekerasan seksual terhadap anak-anak oleh para rohaniwan, yang muncul beberapa tahun terakhir. Hal ini diumumkan menjelang kunjungan Paus Fransiskus ke Jepang.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/4/2019), penyelidikan internal ini diluncurkan saat gelombang skandal paedofilia terungkap secara global.

Juru bicara Konferensi Uskup Katolik Jepang menuturkan kepada AFP bahwa Komisi Tetap pada Konferensi Uskup, pekan lalu, memutuskan untuk menyelidiki seluruh 16 Keuskupan yang ada di Jepang. Jepang menjadi rumah bagi komunitas kecil penganut Katolik Roma, dengan jumlahnya diperkirakan mencapai 450 ribu orang.

Keputusan untuk melakukan penyelidikan ini dilakukan sebulan setelah pertemuan puncak di Vatikan membahas perlindungan anak-anak, dengan Paus Fransiskus bersumpah menangani kasus kekerasan seksual oleh para pastor.


Hal ini juga diputuskan menjelang rencana kunjungan Paus Fransiskus ke Jepang pada November mendatang, yang akan menjadi kunjungan pertama oleh seorang pemimpin umat Katolik sedunia setelah Paus Yohanes Paulus II, sekitar 40 tahun lalu.

Dilaporkan sedikitnya ada enam tuduhan kekerasan seksual yang disampaikan saat otoritas Gereja Katolik Jepang melakukan survei terhadap seluruh keuskupannya pada tahun 2002 dan tahun 2012 lalu.

Ditambahkan juru bicara Konferensi Uskup Katolik Jepang, bahwa tahap pertama penyelidikan terbaru akan melibatkan pengkajian soal bagaimana para uskup menangani kasus-kasus tersebut, termasuk 'hukuman untuk pihak-pihak yang terlibat' dan bagaimana 'respons terhadap para korban'.

Juru bicara tersebut menyatakan bahwa detail penyelidikan termasuk 'proses spesifik dan sejauh apa hasilnya akan diungkap ke publik' akan diputuskan lebih lanjut.


Tahap kedua, lanjut juru bicara tersebut, akan melibatkan penyelidikan tuduhan-tuduhan tambahan.

Pengumuman soal penyelidikan ini diumumkan saat sekelompok orang yang mengklaim menjadi korban kekerasan seksual oleh rohaniwan Katolik menggelar pertemuan di Tokyo pada Minggu (7/4) lalu. Di antara mereka terdapat seorang pria berusia 62 tahun yang dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual saat dia masih anak-anak dan bersekolah di sebuah sekolah Katolik di Tokyo bagian barat.

Surat kabar Mainichi Shimbun melaporkan bahwa Uskup Joseph Mitsuaki Takami dari Nagasaki ikut menghadiri pertemuan itu dan menyatakan kepada pria tersebut bahwa dirinya 'meminta maaf karena tidak mampu berbuat banyak' untuk membongkar dan menangani kekerasan seksual tersebut.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed