detikNews
Jumat 05 April 2019, 15:02 WIB

Keluarga Korban Asal AS Gugat Boeing dan Ethiopian Airlines

Novi Christiastuti - detikNews
Keluarga Korban Asal AS Gugat Boeing dan Ethiopian Airlines Puing Ethiopian Airlines yang jatuh di dekat Addis Ababa pada 10 Maret lalu (Reuters)
FOKUS BERITA: Ethiopian Airlines Jatuh
Chicago - Keluarga salah satu korban tewas asal Amerika Serikat (AS) dalam tragedi jatuhnya Ethiopian Airlines menggugat maskapai Ethiopian Airlines dan pihak Boeing. Gugatan hukum ini menuduh Boeing lebih mengutamakan 'profit daripada keselamatan'.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/4/2019), gugatan hukum ini juga diajukan terhadap Rosemount Aerospace Inc yang diketahui membuat salah satu bagian pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang sedang menjadi fokus penyelidikan.

Gugatan hukum ini diajukan ke sebuah pengadilan federal yang ada di Chicago, AS pada Kamis (4/4) waktu setempat. Yang mengajukan gugatan hukum adalah orangtua Samya Stumo, salah satu korban tewas dalam tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 pada 10 Maret lalu.

Pengacara yang mewakili pihak keluarga korban mengatakan bahwa Stumo sedang melakukan kunjungan kerja saat tragedi yang menewaskan 157 orang itu terjadi.

Reuters menyebut bahwa gugatan hukum ini menjadi gugatan yang pertama mewakili korban asal AS dalam tragedi Ethiopian Airlines. Gugatan ini juga menjadi yang pertama diajukan terhadap pihak maskapai Ethiopian Airlines dan pabrikan suku cadang Rosemount, selain diajukan terhadap Boeing.


Laporan awal Ethiopian Airlines yang dirilis pada Kamis (4/4) waktu setempat, menyatakan pilot dan kopilot berjuang keras mengendalikan pesawat yang berulang kali menukik setelah lepas landas dari Addis Ababa pada 10 Maret lalu. Disebutkan dalam laporan itu bahwa hidung pesawat menukik empat kali tanpa input dari pilot. Autopilot kemudian dimatikan dan kapten pesawat menyerukan 'pull up' sebanyak tiga kali kepada kopilot, sambil keduanya berjuang mengendalikan pesawat.

Sistem anti-stall atau MCAS pada Boeing 737 MAX 8 disebut memerintahkan hidung pesawat terus menukik secara otomatis, karena menerima data sensor yang keliru.

Selama 6 menit, pilot meminta kopilot mencoba sistem manual trim, yang mengubah level pesawat. Namun sistem itu tidak berfungsi baik. Pilot lantas meminta izin untuk terbang kembali ke Addis Ababa, namun terlambat. Pesawat menukik dengan sudut 40 derajat, menghantam sebuah lapangan di luar Addis Ababa dalam kecepatan 500 knot atau setara 920 kilometer per jam.

Tragedi Ethiopian Airlines terjadi hanya lima bulan setelah jatuhnya Lion Air JT 610 yang menggunakan pesawat Boeing jenis yang sama. Total 189 orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi Oktober 2018 tersebut. Gugatan hukum yang diajukan keluarga Stumo ini menuduh Boeing mengutamakan 'profit daripada keselamatan'. Gugatan ini juga menyebut Otoritas Penerbangan Federal (FAA) harus dimintai pertanggungjawaban karena meloloskan sertifikasi Boeing 737 MAX.

"Pihak-pihak yang bertanggung jawab membuat dan menjual pesawat ini tidak memperlakukan Samya seperti mereka memperlakukan putri mereka sendiri," sebut ibunda Stumo, Nadia Milleron, dalam konferensi pers.


Sambil menangis, Milleron menyatakan bahwa tragedi Ethiopian Airlines seharusnya bisa dicegah setelah terjadinya tragedi Lion Air. "Orang-orang yang meninggal di Indonesia ... kematian mereka tidak seharusnya sia-sia," ujarnya.

Dalam pernyataan merespons laporan awal tragedi Ethiopian Airlines, pihak Boeing menyatakan informasi dari flight data recorder (FDR) pesawat mengindikasikan adanya input informasi sensor angle-of-attack yang keliru yang mengaktifkan sistem MCAS. Situasi ini mirip pada tragedi Lion Air. Rosemount Aerospace Inc merupakan pihak yang memproduksi sensor angle-of-attack tersebut.

Sebelumnya, Boeing yang berkantor di Chicago telah digugat keluarga korban tragedi Lion Air JT 610. Diketahui pihak Boeing saat ini tengah mengupayakan perbaikan software MCAS dan menggelar pelatihan baru untuk pilot-pilot yang menerbangkan 737 MAX.


Simak Juga "Horor! Ini Kemungkinan Penyebab Boeing 737 Max Menukik":

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Ethiopian Airlines Jatuh
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com