detikNews
Selasa 26 Maret 2019, 14:14 WIB

Putri Anwar Ibrahim Kecewa pada Pemerintah, Begini Reaksi PM Mahathir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Putri Anwar Ibrahim Kecewa pada Pemerintah, Begini Reaksi PM Mahathir PM Mahathir Mohamad (Foto: REUTERS/Issei Kato)
Kuala Lumpur - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengomentari pernyataan putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah Anwar yang menyebut dirinya kecewa pada pemerintahannya dan "patah hati" karena harus bekerja bersamanya.

"Tidak apa-apa, banyak orang yang kecewa. Saya juga kecewa pada mereka," ujar Mahathir seperti dilansir media The Star, Selasa (26/3/2019). PM Mahathir tidak berbicara lebih lanjut. Hal itu disampaikannya saat seorang wartawan menanyakan komentar Nurul mengenai dirinya dalam wawancara dengan media Straits Times.

Dalam wawancara pada Minggu (24/3) tersebut, Nurul menyatakan dirinya "patah hati" karena harus bekerja bersama Mahathir yang disebutnya sebagai mantan diktator. Nurul juga mengaku kesulitan bekerja bersama Mahathir karena masalah pribadi, yakni saat ayahnya, Anwar Ibrahim, dipecat sebagai wakil Mahathir dan dipenjara pada tahun 1998.


"Maksud saya, bekerja bersama seorang mantan diktator yang telah menimbulkan begitu banyak kerusakan, bukan hanya pada kehidupan kami namun juga sistem. Itu tidak mudah," ujar Nurul dalam wawancara tersebut seperti dilansir Free Malaysia Today, Selasa (26/3/2019).

Nurul menyatakan dirinya bakal mundur setelah masa jabatannya sebagai anggota Parlemen Permatang Sauh selesai karena kecewa dengan pemerintahan Pakatan Harapan di bawah Mahathir Mohamad.

Sekretaris Politik untuk PM Mahathir, Abu Bakar Yahya yang menyebut Nurul "tidak matang, tidak rasional dan emosional" karena melontarkan pernyataan tersebut.


Abu Bakar mengatakan, Nurul Izzah seharusnya tidak membuat komentar negatif mengenai PM Mahathir, khususnya dengan media Singapura. "Apa yang dilakukan oleh Perdana menteri dan pemerintah saat ini tidak boleh dilihat dalam konteks pribadi oleh Nurul Izzah, tetapi harus dilihat secara keseluruhan untuk kepentingan rakyat dan bangsa," kata Abu Bakar dalam sebuah pernyataan.

"Sebagai Anggota Parlemen dan mantan wakil presiden PKR, saya yakin bahwa Nurul Izzah tidak lupa bahwa posisi Dr Mahathir sebagai perdana menteri adalah keputusan bulat dewan pimpinan Pakatan Harapan (PH), sementara semua keputusan melibatkan administrasi pemerintahan diputuskan bersama oleh para menteri Kabinet," tandasnya.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com