DetikNews
Senin 04 Maret 2019, 19:32 WIB

Dibui karena Siksa TKI, Pasangan Singapura Juga Bersalah Aniaya PRT Lain

Novi Christiastuti - detikNews
Dibui karena Siksa TKI, Pasangan Singapura Juga Bersalah Aniaya PRT Lain Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Singapura - Sepasang majikan di Singapura yang telah divonis bersalah menyiksa pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia, pekan ini divonis bersalah menganiaya PRT lainnya asal Myanmar. Tindak penganiayaan dilakukan pasangan itu sekitar tujuh tahun lalu.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (4/3/2019), Tay Wee Kiat (41) dan istrinya, Chia Yun Ling (43), dinyatakan bersalah atas masing-masing enam dan 15 dakwaan pidana. Kebanyakan tindak penganiayaan itu terjadi tahun 2012.

Dalam persidangan, disebutkan bahwa si PRT asal Myanmar yang bernama Moe Moe Than (31) ini ditampar dan dicambuk oleh majikannya. Disebutkan juga bahwa Than hanya boleh tidur kurang dari enam jam setiap harinya dan hanya diperbolehkan makan nasi saja, yang terkadang dicampur gula.

Ketika Than mengeluh karena tidak cukup makan, dia dipaksa makan nasi dan gula yang dituangkan ke mulutnya dengan corong. Saat dia berlari ke toilet karena tersedak gula, Than malah diperintahkan oleh Chia untuk muntah di dalam kantong plastik dan memaksa muntahannya sendiri.


Disebutkan dalam sidang bahwa Chia hanya mengizinkan Than untuk memakai toilet sebanyak tiga kali sehari dengan alasan agar tidak buang-buang air. Jika dia menggunakan toilet lebih dari itu, Than dihukum dengan berbagai cara, termasuk dipaksa lompat seperti kelinci.

Tay dan Chia pertama kali menjadi pemberitaan karena menyiksa PRT asal Indonesia bernama Fitriyah selama dua tahun. Setelah divonis bersalah atas kasus itu dua tahun lalu, keduanya mengajukan banding. Namun pada Maret 2018, Pengadilan Tinggi Singapura memperkuat hukuman keduanya.

Pasangan suami-istri ini diketahui tinggal di sebuah apartemen dengan lima kamar di Yishun. Mereka tinggal bersama tiga anak mereka yang berusia 1 tahun, 3 tahun dan 7 tahun. Than diketahui bekerja untuk pasangan ini mulai 8 Januari 2011 hingga 12 November 2012. Dia dipekerjakan untuk membantu Fitriyah yang telah bekerja terlebih dulu untuk pasangan itu, yakni sejak Desember 2010 hingga Desember 2012.

Terungkap dalam sidang bahwa gaji Than sebesar SG$ 400 per bulan, ditambah kompensasi sebesar SG$ 20 karena tidak mendapat hari libur, ditahan oleh majikannya selama dia bekerja.


Hakim Olivia Low menyatakan dirinya puas bahwa jaksa mampu membuktikan dengan alasan jelas bahwa Chia telah menampar Than sebanyak empat kali. Diungkapkan dalam sidang bahwa Chia menampar Than setelah dia tidak sengaja menjatuhkan bayi majikannya ke lantai saat merasa lelah dan ngantuk. Chia menyangkal hal ini namun hakim menyatakan Than terus terang dalam keterangannya dan saat menjelaskan insiden yang dialaminya.

Untuk kasus Than ini, Fitriyah dihadirkan dalam persidangan di Singapura guna memberikan keterangan. Diakui oleh Fitriyah bahwa dirinya melihat Chia memukul Than dengan tongkat di bagian kepala. Hal ini dibantah oleh Chia dalam persidangan. Insiden soal nasi dan gula juga diakui oleh Fitriyah, di mana penjelasan Fitriyah soal bentuk corong yang digunakan majikannya konsisten dengan keterangan Than.

Untuk Tay, dia dinyatakan bersalah mencambuk Than di tangan dan bokong karena merusak meja makan. Tay juga bersalah memukul bokong Than dengan tongkat sapu dan gantungan baju dari logam karena terlambat bangun. Tay juga disebut pernah mencambuk Than dan Fitriyah di kepala dan memaksa kedua PRT itu melakukan posisi push-up sebelum menendang mereka. Dalam satu momen, Tay bahkan membuat kedua PRT itu saling menampar sebanyak 10 kali.

Than meminta bantuan agennya dari Myanmar pada November 2012 dan melaporkan tindak penganiayaan kepada kantor Kementerian Tenaga Kerja Singapura. Hasil pemeriksaan di rumah sakit pada Desember 2012 membuktikan Than mengalami banyak bekas luka di lengan, pergelangan tangan, pinggul dan kepala.


Sementara itu, dalam kasus dengan Fitriyah, Tay sebelumnya divonis 28 bulan penjara dan Chia hanya divonis dua bulan penjara. Setelah mengajukan banding, vonis terhadap Tay diperberat menjadi 43 bulan. Pengadilan mengizinkan pasangan ini untuk memulai masa hukuman mereka setelah persidangan untuk kasus Than berakhir. Keduanya dijadwalkan mendengarkan vonis hukuman untuk kasus Than dalam sidang pada 18 Maret mendatang.


(nvc/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed