DetikNews
Sabtu 23 Februari 2019, 13:59 WIB

Diundang Prabowo, Eks Panglima NATO Pernah Jadi Timses Hillary dan Obama

Rita Uli Hutapea - detikNews
Diundang Prabowo, Eks Panglima NATO Pernah Jadi Timses Hillary dan Obama Foto: Eks Panglima NATO AS Wesley Clark di rumah Prabowo (Dok. Istimewa)
Jakarta - Capres Prabowo Subianto menggelar kuliah umum di kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, dengan mengundang eks Panglima North Atlantic Treaty Organization (NATO) Wesley Kanne Clark Sr sebagai salah satu pembicara. Di negara asalnya, Amerika Serikat, purnawirawan jenderal ini merupakan tokoh yang sudah tak asing lagi di dunia militer dan politik.

Dari laporan berbagai media yang dikumpulkan detikcom, Sabtu (23/2/2019), diketahui bahwa Clark yang pensiun dari militer pada tahun 2000, pernah menjadi kandidat capres Partai Demokrat pada tahun 2003. Tepatnya, pada 17 September 2003, Clark mengumumkan pencalonannya sebagai kandidat capres Partai Demokrat.

Namun kemudian dia mundur dari ajang pencalonan setelah memenangkan pemilihan pendahuluan partai Demokrat di negara bagian Oklahoma, dengan mengalahkan kandidat lainnya, John Edwards. Tepatnya pada 11 Februari 2004, Clark mengumumkan dirinya mundur dari pencalonan.

Kemudian pada 13 Februari 2004, dia mendukung John Kerry sebagai kandidat capres Demokrat. Beberapa tahun kemudian, yakni pada 15 September 2007, Clark mendukung pencalonan Hillary Clinton sebagai kandidat capres Demokrat. Dia masuk dalam tim sukses Clinton dan aktif berkampanye sepanjang Desember 2007.


Kemudian pada Oktober 2008, Clark ikut berkampanye untuk Barack Obama yang akhirnya terpilih menjadi capres Demokrat setelah mengalahkan Clinton dalam nominasi partai. Saat itu, Clark berkampanye untuk Obama di North Carolina. Nama Clark ketika itu juga masuk dalam daftar calon wapres Obama.

Adapun di dunia militer, Clark yang pernah menjadi kepala seluruh pasukan NATO di bawah pemerintahan Presiden Bill Clinton dan memimpin pasukan NATO meraih kemenangan dalam operasi yang diberi nama Operation Allied Force, yakni serangan udara selama 78 hari yang berhasil membebaskan 1,5 juta warga Albania dari pembersihan etnis.

Setelah pensiun pada tahun 2000 usai berkarir di militer selama 34 tahun, Clark tetap aktif sebagai pembicara dan penulis. Clark telah menerima banyak penghargaan bergengsi, termasuk Presidential Medal of Freedom, sebuah penghargaan sipil yang tertinggi di AS.

Clark diundang Prabowo sebagai pembicara di kuliah umum yang digelar pada Jumat (22/2) kemarin di kediaman Prabowo di Hambalang. Selain Clark, eks Panglima AD Malaysia Azumi bin Muhamad juga diundang sebagai pembicara. Prabowo diketahui memiliki teater mini di Hambalang yang digunakan untuk berbagai acara. Dari undangan yang diperoleh, acara itu diadakan Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI).


Prabowo disebut merupakan Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia. Kuliah umum itu dihadiri mahasiswa UKRI. Koordinator juru bicara timses Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut kedatangan dua pembicara asing tersebut membuktikan pergaulan sang capres dalam skala internasional.

"Hadirnya dua orang ini menunjukkan kelas Pak Prabowo dalam pergaulan internasional," kata Dahnil kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Dahnil menyebut Clark dan Azumi adalah sahabat Prabowo. Menurut dia, jaringan luas Prabowo dapat mengangkat citra Indonesia di mata dunia jika eks Danjen Kopassus itu terpilih jadi presiden 2019-2024.



(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>