DetikNews
Senin 18 Februari 2019, 14:55 WIB

1.000 Militan ISIS Kabur dari Suriah Bawa Uang Tunai Rp 2,7 T

Novi Christiastuti - detikNews
1.000 Militan ISIS Kabur dari Suriah Bawa Uang Tunai Rp 2,7 T Ilustrasi
Damaskus - Lebih dari 1.000 militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilaporkan kabur dari Suriah ke Irak dalam enam bulan terakhir. Militan-militan ISIS itu diduga membawa uang tunai sebanyak US$ 200 juta (Rp 2,7 triliun) bersama mereka.

Seperti dilansir CNN, Senin (18/2/2019), informasi tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat militer Amerika Serikat (AS) yang memahami situasi terkini soal ISIS dan Suriah.

Dituturkan pejabat AS yang enggan disebut namanya itu, para militan ISIS terus melarikan diri sementara pertempuran terakhir terus berlangsung di markas terakhir ISIS di Suriah bagian tenggara. Menurut pejabat AS itu, banyak militan ISIS yang kabur ke kawasan pegunungan dan gurun Irak sebelah barat.


Ditambahkan seorang pejabat AS lainnya bahwa beberapa militan ISIS yang kabur itu merupakan mantan anggota kelompok Al-Qaeda di Irak. Tidak disebutkan lebih lanjut soal sumber uang tunai sebanyak US$ 200 juta (Rp 2,7 triliun) yang dibawa kabur militan ISIS dari Suriah dalam enam bulan terakhir.

Para pejabat AS itu menyebutkan bahwa kekuatan ISIS mulai ditaksir dan dianalisis pada hari-hari terakhir mereka di Suriah. Awal bulan ini, Jenderal Joseph Votel, jenderal bintang empat yang memimpin operasi militer AS di Timur Tengah, memperkirakan ada sekitar 20 ribu hingga 30 ribu militan ISIS yang tersisa saat ini. Jumlah itu tidak berbeda jauh dengan perkiraan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Agustus 2018.

Laporan Departemen Pertahanan AS pada musim panas lalu memperkirakan sekitar 15.500 hingga 17.100 militan ISIS masih tersisa di Irak, sedangkan sekitar 14 ribu militan ISIS lainnya masih ada di Suriah.


Sedikit bertolak belakang dengan Presiden AS Donald Trump, seorang pejabat diplomatik senior AS memberikan definisi berbeda soal istilah 'mengalahkan' dalam menyangkut kekhalifahan ISIS. Menurut pejabat senior itu, istilah 'mengalahkan' ISIS tidak sebatas pada keberadaan kekhalifahan ISIS secara fisik saja.

"Maksud kami adalah mengalahkan jaringannya (ISIS)," sebut pejabat diplomatik senior itu. Yang dimaksud dengan jaringan ISIS antara lain sumber pendanaan yang masih berlanjut hingga kini, pihak-pihak yang menyuplai senjata dan pihak-pihak yang memberikan tempat persembunyian untuk militan-militan ISIS.

Ada puluhan ribu orang yang diyakini terlibat dalam jaringan ISIS. Hal itu telah disinggung komunitas intelijen saat memberi penjelasan kepada Kongres AS.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed