detikNews
Senin 04 Februari 2019, 16:59 WIB

AS Kerahkan 3.750 Tentara Tambahan ke Perbatasan Meksiko

Novi Christiastuti - detikNews
AS Kerahkan 3.750 Tentara Tambahan ke Perbatasan Meksiko Ilustrasi (Reuters)
Washington DC - Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan tentara tambahan ke perbatasannya dengan Meksiko. Sedikitnya ada 3.750 tentara tambahan yang dikerahkan untuk meningkatkan keamanan perbatasan AS dan Meksiko.

Tentara-tentara AS awalnya dikerahkan ke perbatasan di bawah perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang dirilis sebelum pemilu sela pada November 2018 lalu. Pengerahan itu menanggapi keberadaan rombongan imigran dari Amerika Latin yang bergerak ke perbatasan AS.

Dalam misi di perbatasan, tentara-tentara AS membantu petugas patroli perbatasan dengan memberi bantuan logistik dan memasang kawat berduri di sepanjang perbatasan. Oleh rival politik Trump, pengerahan tentara disebut sebagai aksi politik untuk menciptakan ilusi adanya krisis di perbatasan AS-Meksiko.

"Departemen Pertahanan (AS) akan mengerahkan sekitar 3.750 tentara AS tambahan untuk memberikan dukungan tambahan kepada CBP (Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan) di perbatasan barat daya yang telah disetujui oleh Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan (Patrick M) Shanahan pada 11 Januari," demikian pernyataan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS seperti dilansir AFP, Senin (4/2/2019).


Disebutkan Pentagon pengerahan tentara tambahan ini akan berlangsung selama tiga bulan. Dengan tambahan ini, berarti jumlah tentara AS yang saat ini ditugaskan ke perbatasan mencapai 4.350 personel.

Tugas-tugas tentara AS di perbatasan cukup beragam, termasuk melakukan 'pengintaian secara berpindah-pindah hingga akhir September 2019'.

Pengerahan tentara tambahan ini diumumkan sebelum batas waktu 15 Februari yang ditetapkan Trump untuk Kongres AS menyepakati proposal pembiayaan tembok perbatasan yang menjadi janji kampanyenya dalam pilres 2016 lalu. Ditegaskan Trump bahwa tembok perbatasan yang sudah ada, harus diperpanjang untuk menghentikan hal yang disebutnya sebagai 'invasi pelaku kriminal tak terkendali'.


Trump kembali menegaskan klaim-klaim itu pada Minggu (3/2) waktu setempat. "Dengan Caravans (sebutan untuk gelombang imigran Amerika Latin) bergerak melalui Meksiko dan menuju negara kita, Republikan harus bersiap untuk melakukan apapun yang diperlukan demi Keamanan Perbatasan KUAT," tegasnya.

"Demokrat tidak melakukan apapun. Jika tidak ada Tembok, tidak ada Keamanan. Perdagangan manusia, narkoba dan pelaku kriminal dari semua dimensi -- JANGAN MENDEKAT!" imbuh Trump via akun Twitternya.

Partai Demokrat yang kini menguasai House of Representatives (HOR) menolak proposal Trump tersebut. Mereka menyebut Trump sengaja menjadikan proyek tembok perbatasan sebagai aksi politik demi menyudutkan imigran dan memuaskan pendukungnya.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed