DetikNews
Selasa 08 Januari 2019, 18:26 WIB

Takut Dipulangkan, Puluhan Warga Rohingya di India Kabur ke Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Takut Dipulangkan, Puluhan Warga Rohingya di India Kabur ke Bangladesh Ilustrasi (BBC World)
Dhaka - Puluhan warga Rohingya yang ada di India nekat melintasi perbatasan hingga ke Bangladesh dalam beberapa hari terakhir. Mereka yang kabur ke Bangladesh ini panik setelah mengetahui otoritas India mulai menahan dan mendeportasi warga Rohingya ke Myanmar.

Pekan lalu, otoritas India memulangkan satu keluarga Rohingya ke Myanmar. Keluarga Rohingya yang terdiri atas lima orang itu telah mendekam di penjara negara bagian Assam, India sejak tahun 2013. Pemulangan ini menuai kritikan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi HAM internasional, karena dianggap mengabaikan hukum internasional dan sama saja mengirimkan Rohingya ke bahaya.

Pemulangan pengungsi Rohingya ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan otoritas India dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, otoritas India mendeportasi tujuh warga Rohingya ke Myanmar. India yang bukan penandatangan Konvensi Pengungsi PBB, telah menangkap sekitar 230 warga Rohingya sepanjang tahun 2018. Jumlah itu tercatat sebagai jumlah terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.


Seperti dilansir AFP, Selasa (8/1/2019), para polisi dan pejabat perbatasan Bangladesh menyebut puluhan warga Rohingya ditahan saat berupaya melewati perbatasan dari India, dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut sejumlah pejabat Bangladesh, penangkapan warga Rohingya di India dan kekhawatiran akan dideportasi ke Myanmar, telah memicu eksodus terbaru.

"Mereka (warga Rohingya yang kabur ke Bangladesh) memberitahu kami bahwa mereka panik setelah India mulai menahan pengungsi Rohingya dan mendeportasi mereka ke Myanmar," ujar kepala kepolisian di Brahmanpara, Shahjahan Kabir. Brahmanpara merupakan kota perbatasan di Bangladesh bagian timur.

Kepada AFP, Kabir menyebut sedikitnya 17 warga Rohingya ditahan pada Kamis (3/1) lalu setelah berupaya melintasi perbatasan Bangladesh. Sebanyak 31 warga Rohingya lainnya ditahan di perlintasan perbatasan Bangladesh lainnya. Kebanyakan warga Rohingya yang ditahan itu diketahui telah tinggal di India selama lebih dari enam tahun.


Sementara itu di Cox's Bazar, distrik perbatasan di Bangladesh yang menjadi lokasi pengungsian sekitar 720 ribu warga Rohingya, para pejabat setempat menyebut sedikitnya 57 warga Rohingya baru tiba dari India dalam beberapa hari terakhir.

"Mereka baru datang dari berbagai wilayah seperti Hyderabad dan Jammu dan Kashmir," ucap pejabat pemerintahan pada kamp pengungsi Kutupalong di Cox's Bazar, Rezaul Karim. Hyderabad merupakan kota besar yang ada di India sebelah selatan, sedangkan Jammu dan Kashmir merupakan satu-satunya wilayah mayoritas muslim yang dikuasai India.

Kelompok HAM global seperti Amnesty International mengecam India karena memulangkan paksa warga Rohingya di wilayahnya ke Myanmar ketika praktik persekusi di Rakhine masih berlanjut. "Penduduk Rohingya di negara bagian Rakhine di Myanmar terus hidup di bawah sistem apartheid," cetus Abhirr V. P, pimpinan Amnesty India.

"Pengusiran para pencari suaka dan pengungsi berarti pelanggaran kewajiban India berdasarkan hukum internasional selama ini, yang melarang pemerintah mengembalikan orang-orang ke wilayah di mana mereka berisiko mengalami pelanggaran hak asasi manusia yang serius," imbuhnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed