detikNews
Kamis 01 November 2018, 15:25 WIB

19 Wanita Filipina Ditangkap di Arab Saudi Akibat Pesta Halloween

Novi Christiastuti - detikNews
19 Wanita Filipina Ditangkap di Arab Saudi Akibat Pesta Halloween Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Riyadh - Arab Saudi sempat menangkap 19 wanita Filipina dalam penggerebekan sebuah pesta Halloween di Riyadh. Penangkapan dilakukan setelah ada laporan ke pihak berwenang soal musik yang terlalu keras dan kostum mengerikan.

Dituturkan seorang diplomat senior, seperti dilansir Reuters, Kamis (1/11/2018), bahwa kini 19 warga Filipina itu telah dibebaskan oleh otoritas Saudi.

Sejumlah video yang diposting online menunjukkan sebuah acara yang dihadiri oleh orang-orang yang memakai kostum dan menari di tengah suara musik yang keras. Video itu disebut diambil di sebuah acara yang digelar di sebuah resort yang disewa pada akhir pekan lalu.

Rekaman video, yang belum bisa diverifikasi keasliannya oleh Reuters itu, juga menunjukkan sejumlah mobil polisi dengan lampu sorot.


Dalam pernyataan via Twitter pada Sabtu (27/10) lalu, Direktorat Jenderal Keamanan Publik Saudi menyebut pihak penyelenggara pesta itu ditangkap karena tanpa izin memungut biaya sebagai uang masuk, selain juga mengganggu ketertiban umum.

"Mengganggu warga, melanggar ketertiban umum oleh sejumlah orang yang hadir dan menimbulkan ketakutan di kalangan warga dengan menggunakan topeng, pakaian aneh dan kembang api," sebut Direktorat Jenderal Keamanan Publik Saudi dalam pernyataannya.

Konsul Jenderal Filipina di Arab Saudi, Christopher Patrick Aro, menuturkan kepada Reuters bahwa wanita-wanita Filipina itu dipekerjakan sebagai tukang bersih-bersih untuk pesta yang digelar di sebuah resort di distrik al-Thumama, Riyadh tersebut.

Ditegaskan Aro bahwa wanita-wanita itu tidak memakai kostum apapun saat pesta berlangsung. Namun demikian, mereka bisa dijerat dakwaan melanggar aturan ketenagakerjaan yang berlaku di Saudi.


Diketahui bahwa merayakan Halloween, juga Natal dan hari libur lainnya yang tergolong biasa di banyak negara, dilarang oleh otoritas Saudi yang ultra-konservatif. Meskipun pada praktiknya, banyak warga asing dan beberapa warga Saudi sendiri yang menghadiri pesta semacam itu dan bahkan minum minuman keras secara privat walaupun ilegal.

Dituturkan sejumlah tamu pada pesta di Riyadh itu bahwa ada ratusan orang yang hadir. Salah satu wanita yang menjadi tamu menyebut semua yang hadir adalah wanita, terlepas dari pihak penyelenggara dan DJ. Wanita itu mengaku dirinya tidak melihat adanya minuman keras atau hal tidak pantas lainnya dalam pesta tersebut. Disebutkan juga bahwa pesta itu digelar di lokasi yang tidak padat penduduk.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com