DetikNews
Rabu 31 Oktober 2018, 11:39 WIB

Tulang Manusia Ditemukan di Gedung Vatikan, Bisa Ungkap Misteri 1983?

Novi Christiastuti - detikNews
Tulang Manusia Ditemukan di Gedung Vatikan, Bisa Ungkap Misteri 1983? Ilustrasi (AFP Photo/Joshua Lott)
Roma - Kerangka manusia ditemukan di dalam properti milik Kedutaan Besar Vatikan di Roma, Italia. Temuan kerangka manusia ini diharapkan bisa membantu polisi menyingkap tabir misteri terkelam di Italia terkait penculikan remaja perempuan tahun 1983 silam.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Rabu (31/10/2018), media-media lokal melaporkan temuan kerangka manusia itu didapat pada Senin (29/10) waktu setempat, saat upaya renovasi di salah satu ruangan di kompleks Kedutaan Besar Vatikan dekat museum Villa Borghese yang terkenal di Roma.

"Dalam upaya restorasi di ruangan yang menyambung dengan Apostolic Nunciature di Italia... potongan kerangka manusia ditemukan," demikian pernyataan otoritas Vatikan, merujuk pada kantor diplomatik Vatikan di Roma.

Penyelidikan polisi tengah dilakukan terkait temuan kerangka manusia ini. Ketua jaksa setempat, Giuseppe Pignatone, yang memimpin penyelidikan ini telah menugaskan spesialis forensik untuk mencari tahu usia dan jenis kelamin dari temuan kerangka manusia itu, serta waktu kematiannya.


Laporan menyebut para detektif Italia sedang menyelidiki apakah temuan kerangka manusia itu cocok dengan sampel DNA milik Emanuela Orlandi atau Mirella Gregori, yang sama-sama masih di bawah umur saat dilaporkan menghilang di Roma, dalam dua kasus terpisah, tahun 1983 silam.

Orlandi merupakan anak perempuan seorang polisi Vatikan. Pada 22 Juni 1983, saat Orlandi berusia 15 tahun, dia menghilang ketika pulang dari kelas musik. Nasib Orlandi disebut sebagai salah satu misteri terbesar dalam sejarah modern Italia.

Berbagai teori berkembang terkait hilangnya Orlandi. Salah satunya bahwa Orlandi diculik sebuah geng kriminal untuk menekan otoritas Vatikan demi mengembalikan pinjaman. Teori lain menyebut Orlandi diculik untuk mendesak pembebasan seorang pria bersenjata asal Turki, Mehmet Ali Agca, yang berupaya membunuh Paus Yohanes Paulus II tahun 1981 silam. Agca divonis penjara seumur hidup di penjara Italia.

Tahun 2005, seseorang yang tidak menyebut namanya menghubungi talk show televisi setempat dan menyebut bahwa rahasia di balik penculikan Orlandi terkubur bersama Enrico 'Renatino' De Pedis, bos mafia yang pernah memimpin geng kriminal Magliana yang meneror Roma tahun 1980-an.


Polisi setempat sempat menggali makam De Pedis di Roma tahun 2012 untuk mencari petunjuk, namun nihil. Saudara laki-laki Orlandi, Pietro, memimpin upaya pencarian saudarinya selama bertahun-tahun dan menuding Vatikan bungkam bahkan memperumit kasus ini.

Untuk kasus Gregori, diketahui dia menghilang sekitar 40 hari sebelum Orlandi menghilang. Ibunda Gregori menyebut putrinya sempat menjawab interkom di apartemennya sebelum memberitahu orangtuanya bahwa teman sekolahnya datang dan dia akan keluar untuk berbicara dengannya. Gregori tak pernah kembali sejak saat itu. Otoritas Italia belum mengesampingkan bahwa kasus Orlandi dan Gregori saling terkait.


(nvc/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed