detikNews
Selasa 28 Agustus 2018, 18:14 WIB

Setelah 20 Tahun, Pria Belanda Pembunuh Bocah 11 Tahun Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Setelah 20 Tahun, Pria Belanda Pembunuh Bocah 11 Tahun Ditangkap Ilustrasi (Thinkstock)
Amsterdam - Seorang tersangka pembunuhan di Belanda berhasil ditangkap dua dekade setelah pembunuhan terjadi. Jos Bresch yang dituduh membunuh seorang bocah laki-laki tahun 1998 silam, akhirnya ditangkap di Spanyol.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (28/8/2018), Brech yang kini berusia 55 tahun berhasil ditangkap polisi Spanyol pada Minggu (26/8) waktu setempat. Dia ditangkap di sebuah lokasi yang berjarak 50 kilometer sebelah utara kota Barcelona.

Korban yang dibunuh Brech merupakan seorang bocah laki-laki bernama Nicky Verstappen dan berusia 11 tahun saat dibunuh. Jenazah korban ditemukan pada 10 Agustus 1998 di dekat kamp musim panas di pinggiran Belanda. Dia ditemukan tewas usai dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Pada detektif Belanda menyatakan sampel DNA tersangka dipastikan cocok dengan jejak DNA di jenazah dan pakaian korban. Kecocokan DNA itu didapat pada Juni tahun ini, dengan menggunakan sampel DNA dari keluarga tersangka.


Pemeriksaan DNA dan terkuaknya tersangka pembunuhan terjadi usai keluarga tersangka melaporkan hilangnya tersangka pada April lalu. Informasi soal tersangka, termasuk foto dan nama lengkap, juga baru diungkap Kepolisian Belanda pekan lalu.

"Kepolisian Spanyol berhasil menangkap tersangka setelah seseorang mengenali tersangka dari foto tersebut," ujar jaksa Belanda, Jan Eland, yang menangani kasus ini.

Usai ditangkap di Spanyol, Brech akan diekstradisi ke Belanda untuk menjalani proses hukum. Namun tidak diketahui pasti berapa lama proses ekstradisi berlangsung.

Penyelidikan kasus pembunuhan bocah 11 tahun ini telah diselidiki Kepolisian Belanda selama bertahun-tahun. Polisi sempat beberapa kali melakukan penangkapan yang salah. Bahkan makam seorang pengawas kamp musim panas yang menjadi lokasi temuan jenazah korban, sempat digali demi mencari sampel DNA.


Lebih dari 15 ribu pria yang tinggal di dekat temuan jenazah korban, telah dimintai sampel DNA namun tidak ada yang cocok.

Brech sendiri sempat diminta keterangan oleh polisi beberapa hari usai pembunuhan, namun hanya sebagai 'pejalan kaki' yang melintas. Nama Brech tidak menarik kecurigaan polisi hingga keluarganya menyerahkan sejumlah benda milik Brech saat melaporkan dia hilang pada April lalu.

Motif pembunuhan ini tidak diungkap ke publik.

Pada Senin (27/8) waktu setempat, pengadilan Spanyol menyatakan bahwa Brech telah menerima ekstradisi yang akan dilakukan terhadapnya. Untuk sementara waktu, Brech akan ditahan di Spanyol 'demi memastikan ekstradisi berjalan efektif'.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com