detikNews
Kamis 26 Juli 2018, 15:24 WIB

Setelah 17 Tahun, 1 Korban Serangan 9/11 Berhasil Diidentifikasi

Novi Christiastuti - detikNews
Setelah 17 Tahun, 1 Korban Serangan 9/11 Berhasil Diidentifikasi Scott Michael Johnson dalam foto yang tidak diketahui tanggalnya (New York Daily News)
New York - Seorang korban tewas dalam tragedi 9/11 di New York, Amerika Serikat (AS) baru berhasil diketahui identitasnya 17 tahun usai kejadian. Pegawai keuangan berusia 26 tahun ini diidentifikasi secara resmi berkat teknologi tes DNA yang berkembang pesat.

Scott Michael Johnson merupakan korban tewas ke-1.642 yang berhasil diidentifikasi, dari total 2.753 orang yang tewas dalam serangan teroris 11 September 2001 lalu. Demikian seperti dilansir Reuters, Kamis (26/7/2018).

Dituturkan kepala pemeriksa medis wilayah New York, Barbara Sampson, Johnson bekerja sebagai analis sekuritas pada sebuah perusahaan investasi perbankan bernama 'Keefe, Bruyette and Woods, Inc.' yang berkantor di lantai 89 Menara Selatan Gedung World Trade Center (WTC).


Menara kembar WTC yang menjadi simbol kejayaan keuangan New York ambruk dan rata dengan tanah usai dihantam dua pesawat penumpang yang dibajak Al-Qaeda pada 11 September 2001.

Pihak keluarga Johnson merasa lega dengan keberhasilan identifikasi resmi ini.

"Anda tertarik kembali ke dalamnya dan ini juga berarti ada kejelasan. Entah bagaimana saya selalu berpikir bahwa dia akan muncul dan berkata, 'Ini saya. Saya mengalami amnesia'," ucap ibunda Johnson, Ann, kepada New York Times.

Keberhasilan identifikasi Johnson ini merupakan yang pertama sejak Agustus 2017. Terakhir kali korban tragedi 9/11 berhasil diidentifikasi pada Agustus 2017. Namun saat itu identitas korban tidak diungkap ke publik atas permintaan pihak keluarga korban.

"Kami membuat komitmen dengan keluarga korban bahwa kami akan melakukan apapun, selama mungkin yang diperlukan, untuk mengidentifikasi keluarga tercinta mereka," tegas Sampson.

Meskipun lebih dari 1.100 korban tragedi 9/11 belum berhasil diidentifikasi, teknologi DNA sejauh ini menghasilkan 89 persen identifikasi positif.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com