DetikNews
Selasa 10 Juli 2018, 19:02 WIB

Polisi Malaysia Minta Macau Tangkap Miliarder Jho Low

Novi Christiastuti - detikNews
Polisi Malaysia Minta Macau Tangkap Miliarder Jho Low Jho Low (freemalaysiatoday.com)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia menyatakan pihaknya telah meminta otoritas Macau untuk menahan miliarder Low Taek Jho alias Jho Low yang kini diyakini bersembunyi di sana. Jho Low diketahui sebelumnya menghindari penangkapan dan kabur dari Hong Kong ke Macau dengan kapal feri.

Sosok Jho Low disebut sebagai sosok sentral dalam skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Dia diburu otoritas Malaysia sejak beberapa tahun terakhir. Diketahui bahwa Jho Low sempat bersembunyi di Hong Kong selama tiga bulan. Namun otoritas Hong Kong tidak mengambil tindakan untuk menangkap Jho Low -- meskipun ada Red Notice dari Interpol -- karena tidak ada permintaan resmi dari pemerintah Malaysia.

Ketika tim Kepolisian Malaysia mendatangi Hong Kong untuk menangkapnya, Jho Low diketahui telah kabur ke Macau. Diketahui bahwa Macau tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan negara lain, termasuk Malaysia. Macau merupakan bagian dari China, namun memiliki konstitusi tersendiri. Kepolisian Malaysia kini berupaya keras untuk bisa menangkap dan memulangkan Jho Low ke Malaysia.


Seperti dilansir kantor berita Bernama, Selasa (10/7/2018), Kepala Kepolisian Federal Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi, menuturkan bahwa pihaknya telah mengajukan pemohonan resmi kepada Macau untuk menangkap Jho Low.

"Sebelum ini, kami telah mengirimkan tim ke Hong Kong untuk melacak Jho Low setelah kami diberi tahu otoritas di sana. Namun buronan (Jho Low-red) telah kabur ke Macau via laut ketika kami tiba," ucap Mohamad Fuzi dalam pernyataannya.

"Kami telah mengirimkan permintaan resmi ke Macau terkait kasus ini," ujarnya. "Sekarang kami harus menunggu respons dari Macau agar kami bisa melacak Jho Low," imbuh Mohamad Fuzi.


Dituturkan Mohamad Fuzi bahwa pihaknya juga meminta bantuan sejumlah negara lain, termasuk Indonesia. "Kami juga telah mengirimkan Red Notice untuk meminta bantuan negara lain seperti Uni Emirat Arab, Indonesia, India, Myanmar, China dan Hong Kong via Interpol, juga ke Taiwan melalui saluran diplomatik," ungkapnya.

Secara terpisah, otoritas Macau menyatakan mereka telah menerima permintaan dari Malaysia dan kini sedang memverifikasinya. "Dan kami akan memberikan informasi yang diminta oleh negara bersangkutan sesegera mungkin," demikian pernyataan otoritas Macau.

Pekan lalu, otoritas imigrasi Malaysia menyatakan paspor Jho Low telah dibatalkan sejak 15 Juni. Pembatalan ini dilakukan atas permintaan Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) demi membantu penyelidikan skandal 1MDB.


(nvc/bag)
FOKUS BERITA: Najib Razak Ditangkap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed