DetikNews
Rabu 16 Mei 2018, 16:50 WIB

Anwar Ibrahim: Saya Maafkan Najib Tapi Dia Harus Jelaskan ke Rakyat

Novi Christiastuti - detikNews
Anwar Ibrahim: Saya Maafkan Najib Tapi Dia Harus Jelaskan ke Rakyat Anwar Ibrahim dalam konferensi pers usai bebas dari penjara (REUTERS/Lai Seng Sin)
Kuala Lumpur - Anwar Ibrahim mengaku dirinya tidak dendam pada eks Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak, yang telah menjebloskannya ke penjara atas kasus sodomi. Anwar bahkan menyebut dirinya telah memaafkan Najib.

Namun, Anwar menegaskan Najib harus memberikan penjelasan kepada rakyat soal ketidakadilan yang dilakukannya selama menjabat PM Malaysia.

"Saya tidak punya dendam terhadapnya (Najib-red), saya telah memaafkan dia dan ingin melanjutkan hidup," ucap Anwar dalam konferensi pers di kediamannya di Segambut, Kuala Lumpur, seperti dilansir Malay Mail, Rabu (16/5/2018).

"Tapi Najib telah melakukan ketidakadilan terhadap rakyat dan dia harus menjelaskannya kepada rakyat," imbuhnya, merujuk pada skandal korupsi yang menyeret Najib.


Diketahui bahwa Anwar pernah dua kali terjerat kasus sodomi. Kasus pertama menjeratnya tahun 1998, saat dia menjabat Wakil PM Malaysia di bawah Mahathir, yang tercatat sebagai PM Malaysia terlama (1981-2003).

Saat itu, Anwar dicopot dari jabatannya karena diselidiki atas kasus korupsi dan sodomi. Tahun 1999, Anwar divonis 6 tahun penjara atas dakwaan sodomi dan 9 tahun penjara atas dakwaan korupsi. Anwar bebas tahun 2004 setelah vonis untuk kasus sodomi digugurkan.

Tahun 2008, saat Najib berkuasa, Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap mantan ajudan pribadinya. Persidangan kasus sodomi jilid kedua dimulai tahun 2010 dan berakhir tahun 2014 saat pengadilan Malaysia menjatuhkan vonis 5 tahun penjara. Anwar mengajukan banding ke pengadilan federal, yang malah memperkuat vonis 5 tahun penjara. Keluarga Anwar sempat mengajukan permohonan royal pardon tahun 2015, namun ditolak.


Pada Rabu (16/5) ini, Anwar akhirnya mendapat royal pardon, berupa pengampunan penuh, dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V. Dalam konferensi pers terbaru, Anwar menyebut kasus yang menjeratnya merupakan hasil dari 'kebohongan dan penyalahgunaan kekuasaan'.

"Dalam kasus saya, kami berargumen bahwa ada kegagalan peradilan, ada cemoohan untuk peradilan ... seluruh hukuman dihapus," tegasnya.

Sementara itu, terhadap Mahathir yang pernah menjadi rival politiknya, Anwar menegaskan konflik di antara keduanya sungguh telah berakhir. Anwar mendukung penuh pemerintahan Mahathir yang telah dilantik menjadi PM Malaysia yang baru.

"Saya dan Mahathir telah mengakhiri konflik, sudah sejak lama sekali. Saya telah memaafkannya, dia telah membuktikan diri. Dia berjuang dan bekerja keras tanpa kenal lelah. Dia mendukung agenda reformasi. Dia memfasilitasi pembebasan saya. Mengapa saya harus memendam kebencian kepadanya?" jawab Anwar, yang kini satu koalisi dengan Mahathir.



Anwar Ibrahim minta pertanggungjawaban Najib Razak? Simak berita selengkapnya di 20Detik:


(nvc/bpn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed