DetikNews
Sabtu 20 Januari 2018, 15:15 WIB

Pemerintah AS Tutup, Senator Demokrat: Kesalahan Ada di Trump!

Novi Christiastuti - detikNews
Pemerintah AS Tutup, Senator Demokrat: Kesalahan Ada di  Trump! Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)
Washington DC - Kalangan Partai Demokrat menyalahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas terjadinya penutupan pemerintah AS. Hal ini setelah Gedung Putih terlebih dulu menyalahkan Partai Demokrat sebagai pemicu pemerintah AS tutup.

"Ini akan disebut sebagai 'Trump Shutdown' karena tidak ada siapa pun, siapa pun yang pantas disalahkan atas posisi yang kita dapati sekarang selain Presiden Trump," tegas Ketua Minoritas Senat AS, Chuck Schumer, dalam pernyataannya yang disampaikan di lantai Senat, Capitol Hill, seperti dilansir CNN, Sabtu (20/1/2018).



"Pak Presiden, Presiden Trump, jika Anda mendengarkan, saya mendorong Anda, tolong pilih iya sebagai jawaban, hal yang terjadi hari ini, cara Anda berpaling dari kesepakatan bipartisan, nyaris seolah-seolah Anda mendukung shutdown," tuding Schumer yang merupakan Senator Demokrat mewakili New York ini.

"Sekarang kita menghadapinya (penutupan pemerintah AS) dan seluruh kesalahan ada di pundak Presiden Trump," ucapnya.


Kalangan Demokrat menuntut agar rencana anggaran juga mencakup anggaran untuk program perlindungan 700 ribu imigran ilegal yang terancam dideportasi di bawah pemerintahan Trump. Para imigran ilegal yang terancam dideportasi itu dikenal sebagai kelompok 'Dreamers', yakni imigran yang masuk secara ilegal ke AS sebagai anak-anak bersama orang tua mereka. Kebanyakan datang dari Meksiko dan Amerika Tengah.

Di bawah program Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA) pada era Presiden Barack Obama, para imigran ilegal ini mendapat status legal sementara di AS. Namun program DACA dihentikan pemerintahan Trump sejak September 2017. Trump memberikan waktu kepada Kongres AS hingga 5 Maret untuk membahas program pengganti.

Schumer mengkritik sikap Trump yang menolak proposal bipartisan soal reformasi imigrasi yang diajukan pekan lalu. Proposal itu menyertakan persoalan DACA di dalamnya. Trump malah menyatakan akan memasukkan anggaran DACA dalam paket legislasi yang lebih besar yang juga mengatur anggaran untuk pembangunan tembok perbatasan Meksiko.


Pada Jumat (19/1) malam, Schumer yang mewakili Partai Demokrat menemui Trump di Gedung Putih. Schumer mengaku dirinya dengan enggan akhirnya bersedia memasukkan anggaran tembok perbatasan dalam rencana anggaran, demi anggaran DACA disepakati Republikan dan menghindari penutupan pemerintah AS. Anggaran tembok perbatasan AS menjadi isu yang sebelumnya ditolak oleh politikus Demokrat dalam Kongres AS.

Disebutkan Schumer, bahwa kesediaan Demokrat untuk 'mengalah' itu ternyata tidak cukup untuk membujuk Trump. "Bahkan itu tidak cukup untuk membujuk Presiden untuk mencapai kesepakatan," ujarnya.

Meskipun terus dilakukan perundingan bipartisan, kalangan Republikan menolak mentah-mentah tuntutan Demokrat itu. Tidak ada yang mau mengalah dari kedua pihak. Hingga batas waktu berakhir pada Jumat (19/1) tengah malam, kesepakatan tak juga tercapai. Dalam voting pada Jumat (19/1) malam, Republikan gagal mencapai target mayoritas 60 suara untuk meloloskan rencana anggaran itu.


Dari 100 kursi senat, hanya 50 Senator yang mendukung rencana anggaran itu dan sebanyak 49 Senator lainnya menolak. Dilaporkan ada lima Senator Republik dan lima Senator Demokrat yang memilih bertentangan dengan sikap partai masing-masing. Satu kursi Senator kosong karena Senator Republik John McCain masih dirawat atas kanker yang dideritanya.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed