DetikNews
Rabu 06 Desember 2017, 12:30 WIB

Akan Akui Yerusalem, Trump Abaikan Peringatan Pemimpin-pemimpin Arab

Novi Christiastuti - detikNews
Akan Akui Yerusalem, Trump Abaikan Peringatan Pemimpin-pemimpin Arab Donald Trump (Reuters)
Riyadh - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap berniat untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel meski mendapat peringatan dari banyak tokoh dan pemimpin dunia. Salah satunya Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud yang menyebut langkah itu sangat berbahaya.

Pada Selasa (5/12) waktu AS, Trump menelepon sejumlah pemimpin negara-negara Arab untuk mengutarakan niatnya memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Niat Trump itu mendapatkan pertentangan dari banyak pihak.

Pemindahan itu menindaklanjuti undang-undang yang diloloskan Kongres AS tahun 1995, yang mengatur pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem. Sejak tahun 1995, para Presiden AS terdahulu selalu menandatangani 'surat pernyataan' atau waiver untuk menunda penerapan undang-undang itu.

Video 20Detik: Palestina Tak Terima Trump Jadikan Yerusalem Ibu Kota Israel!

[Gambas:Video 20detik]



Seperti dilansir AFP, Rabu (6/12/2017), pemimpin-pemimpin Arab seperti Raja Saudi Salman, Raja Yordania Abdullah, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi dan Presiden Palestina Mahmud Abbas yang dihubungi Trump, semua menolak rencana itu. Raja Salman memperingatkan Trump bahwa pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem merupakan 'langkah berbahaya' yang bisa menggusarkan dunia muslim.

"Memindahkan Kedutaan Besar AS adalah langkah berbahaya yang bisa memprovokasi perasaan umat muslim sedunia," ujar Raja Salman kepada Trump seperti dikutip televisi Saudi, Al-Ekhbariya TV.

Sedangkan Presiden Mesir Al-Sisi mendorong Trump untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. "Tidak semakin membuat rumit situasi di kawasan dengan mengambil langkah-langkah yang membahayakan upaya perdamaian di Timur Tengah," ucap Al-Sisi kepada Trump dalam percakapan telepon, seperti dikutip oleh juru bicara kantor kepresidenan Mesir, Bassem Radi.


Al-Sisi juga menegaskan 'posisi teguh Mesir dalam menjaga status legal Yerusalem dalam kerangka standar internasional dan resolusi PBB yang terkait'.

Peringatan terhadap Trump juga disampaikan oleh Raja Yordania Abdullah yang kerajaannya bertugas menjadi penjaga tempat suci Islam di Yerusalem. Raja Abdullah menekankan bahwa 'Yerusalem adalah kunci dalam mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan juga dunia'.

"Keputusan ini akan memiliki dampak serius yang membahayakan upaya-upaya untuk melanjutkan kembali proses perdamaian dan akan memprovokasi umat muslim dan Kristen," ucap Raja Abdullah dalam pernyataan yang dirilis Kerajaan Yordania.


Sementara itu, Presiden Palestina Abbas yang juga ditelepon Trump, memperingatkan konsekuensi berbahaya dari keputusan kontroversial yang akan diambil Trump ini. Rencananya, Trump akan mengumumkan pengakuan resmi AS soal Yerusalem sebagai ibu kota Israel dalam pidato pada Rabu (6/12) siang waktu AS. Dalam pidatonya, Trump juga akan memerintahkan dimulainya perencanaan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem. Pemindahan diperkirakan memakan waktu panjang.


(nvc/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed