Cari 3 Personel AS yang Hilang di Laut, 8 Kapal Perang Dikerahkan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 23 Nov 2017 14:05 WIB
USS Ronald Reagan (Foto: AFP)
Tokyo - Tiga personel Angkatan Laut Amerika Serikat masih belum ditemukan setelah pesawat mereka jatuh di Laut Filipina. Delapan kapal perang bergabung dengan sebuah kapal induk AS dan sejumlah helikopter dan pesawat untuk mencari ketiga orang tersebut.

Pesawat transpor Angkatan Laut AS jatuh di perairan sekitar 930 kilometer tenggara Okinawa, Jepang pada Rabu (22/11) sore waktu setempat. Pesawat jenis C-2A "Greyhound" yang mengangkut 11 orang tersebut, jatuh saat terbang menuju kapal induk AS, USS Ronald Reagan.

Delapan personel berhasil diselamatkan tak lama setelah kecelakaan itu dan dibawa ke USS Ronald Reagan untuk pemeriksaan medis. Kapal induk USS Ronald Reagan berada di Laut Filipina untuk melakukan latihan militer bersama pasukan Jepang.

"Semuanya dalam kondisi baik saat ini," demikian disampaikan Angkatan Laut AS mengenai kondisi delapan personel yang berhasil diselamatkan.

Saat kejadian, pesawat militer tersebut sedang dalam penerbangan transpor rutin, mengangkut para personel dan kargo dari Pangkalan Udara Korps Marinir Iwakuni di Jepang selatan menuju USS Ronald Reagan.

Operasi pencarian tiga personel yang hilang dilakukan oleh Angkatan Laut AS dan Jepang. Operasi pencarian besar-besaran tersebut dipimpin oleh USS Ronald Reagan.

"Mencari sepanjang malam, beberapa kapal dan pesawat telah mencakup wilayah lebih dari 320 mil laut hingga pagi ini," demikian disampaikan Angkatan Laut AS dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (23/11/2017).

Kapal-kapal penghancur AS, USS Stethem, USS Chafee dan USS Mustin juga telah menyisir wilayah perairan tersebut, bersama-sama dengan patroli laut dan pesawat pengintai serta helikopter-helikopter. Ikut pula kapal-kapal penghancur Jepang, JS Teruzuki, JS Samidare dan JS Shimakaze serta dua kapal induk Jepang, JS Kaga dan JS Ise.

Belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat. Namun sebelumnya, otoritas AS telah menyampaikan kepada Jepang bahwa masalah mesin mungkin menyebabkan kecelakaan itu. (ita/ita)