DetikNews
Rabu 15 November 2017, 17:50 WIB

Diadili Atas KDRT, Paman Kate Middleton Akui Tonjok Istrinya

Novi Christiastuti - detikNews
Diadili Atas KDRT, Paman Kate Middleton Akui Tonjok Istrinya Gary Goldsmith (AFP PHOTO/POOL/Justin TALLIS)
London - Paman dari Kate Middleton, yang merupakan Duchess of Cambridge dan istri Pangeran Inggris William, diadili terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sang paman mengaku bersalah telah menonjok istrinya sendiri saat keduanya bertengkar.

Gary Goldsmith (52) merupakan adik paling muda dari ibunda Kate Middleton, Carole. Goldsmith ikut hadir dalam pernikahan Kate dengan Pangeran William tahun 2011 lalu. Kasus ini mencuat ke publik karena hubungan keluarga antara Goldsmith dengan Kate Middleton. Kate sama sekali tidak terkait dengan kasus ini.

Seperti dilansir AFP, Rabu (15/11/2017), Goldsmith yang kembali disidang di Pengadilan Westminster pada Selasa (14/11) mengaku bersalah atas satu dakwaan penyerangan terhadap istrinya sendiri, Julie-Ann Goldsmith.

Saat bertengkar dengan istrinya pada 13 Oktober lalu, Goldsmith mengaku bersalah telah menonjok wajah sang istri. Akibat tonjokan itu, sang istri sampai jatuh ke tanah dan setengah tak sadarkan diri di rumah keduanya di pusat kota London. Goldsmith diketahui dalam keadaan mabuk saat pertengkaran terjadi.

Diungkapkan dalam persidangan, bahwa pasangan ini mulai bertengkar di dalam taksi saat keduanya pulang dari sebuah acara amal pada 13 Oktober lalu. Pertengkaran berlanjut ke jalanan di luar rumah mereka. Seorang sopir taksi bernama Daniel Shepherd menjadi saksi mata insiden ini.

Jaksa Kate Shilton menyebut Goldsmith melemparkan pukulan, yang disebut si sopir taksi sebagai 'huk kiri' atau 'left hook', ke wajah Julie-Ann. Akibat pukulan itu, Julie-Ann terjatuh ke jalanan dengan kedua matanya terpejam selama 15 detik sebelum kembali tersadar dan berjalan terhuyung-huyung.

Dokumen persidangan menyebut Goldsmith sempat panik dan berjalan keluar-masuk rumah, sembari berupaya meminta istrinya masuk ke dalam rumah. Saat si sopir taksi menantang Goldsmith setelah melihatnya menonjok seorang wanita, Goldsmith menjadi agresif.

Istri Goldsmith meminta sopir taksi itu untuk menghubungi polisi. Ketika polisi datang, Goldsmith sempat menyangkal dirinya menonjok istrinya. Dia menyebut dirinya hanya mendorong sang istri dengan keras dan mengaku menyesal. Namun dalam sidang, Goldsmith mengakui perbuatannya.

Dijadwalkan Goldsmith akan mendengarkan vonis hakim pada 21 November mendatang.

Ketua Majelis Hakim Emma Arbuthnot mengindikasikan dirinya akan mempertimbangkan hukuman pelayanan masyarakat daripada hukuman penjara. "Tapi saya sungguh mencari cara untuk melindungi sang wanita dari pria ini," imbuhnya.


(nvc/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed