Korut Sebut AS Mengacau karena Kerahkan 3 Kapal Induk

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Nov 2017 12:44 WIB
Yiga kapal induk AS saat latihan bersama di perairan Pasifik Barat pada 12 November kemarin (Courtesy James Griffin/U.S. Navy/Handout via REUTERS)
Pyongyang - Korea Utara (Korut) menyebut kehadiran tiga kapal induk Amerika Serikat (AS) di Semenanjung Korea semakin mendorong kawasan itu ke perang nuklir. Korut juga menyebut ketiga kapal induk AS itu telah memicu situasi paling buruk di Semenanjung Korea.

Seperti dilansir CNN, Selasa (14/11/2017), tiga kapal induk AS, USS Ronald Reagan, USS Theodore Roosevelt, dan USS Nimitz bersama kapal-kapal perang lain yang berukuran lebih kecil dan membawa pasukan serbu, telah menyelesaikan latihan militer gabungan selama empat hari di perairan antara Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Latihan itu berakhir pada Selasa (14/11) waktu setempat.

Ini menjadi momen pertama tiga kapal induk AS itu berlayar bersama di perairan Pasifik Barat dalam satu dekade terakhir. Ketiga kapal induk AS itu didampingi oleh sejumlah kapal perang Korsel dan Jepang dalam latihan gabungan ini.


Komentar Korut soal ketiga kapal induk AS itu disampaikan dalam surat kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres. Dalam surat tersebut, Duta Besar Korut untuk PBB, Ja Song Nam menyebut latihan gabungan itu memicu 'situasi terburuk yang pernah ada di Semenanjung Korea dan sekitarnya'.

"(AS) Kini mengacau melalui latihan perang dengan membawa perlengkapan perang nuklir di Semenanjung Korea dan sekitarnya, ini membuktikan AS sendiri sebagai pelaku utama dalam eskalasi ketegangan dan membahayakan perdamaian," demikian isi surat Korut untuk Sekjen PBB itu.

Dalam surat itu disebutkan, digelarnya latihan gabungan semacam itu membuktikan Korut sudah benar dengan membangun sistem pertahanannya. Dalam suratnya Dubes Ja menuding Dewan Keamanan PBB mengabaikan 'latihan perang nuklir oleh Amerika Serikat yang keras kepala dalam membawa bencana kehancuran untuk kemanusiaan'.


Dubes Ja juga meminta Sekjen Guterres untuk mengangkat masalah ini di depan 15 negara Dewan Keamanan PBB. "Bahaya yang diberikan oleh latihan perang nuklir AS, jelas-jelas mengancam perdamaian dan keamanan internasional," sebut Dubes Ja dalam surat itu.

Komandan Armada Pasifik AS, Laksamana Scott Swift, menyebut latihan militer gabungan ini merupakan penegasan komitmen AS untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan Semenanjung Korea. Namun Korut tampaknya memandang setiap latihan militer AS sebagai ancaman besar.

(nvc/ita)