DetikNews
Minggu 24 September 2017, 17:30 WIB

Pakar China: Gempa 3,5 SR di Korut Bukan Akibat Uji Coba Nuklir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Pakar China: Gempa 3,5 SR di Korut Bukan Akibat Uji Coba Nuklir Kim Jong-Un periksa bom hidrogen (Foto: KCNA via REUTERS)
Beijing - Gempa berkekuatan 3,5 Skala Richter (SR) yang mengguncang Korea Utara di dekat lokasi uji coba nuklir negeri itu, dipastikan bukan akibat uji coba nuklir terbaru. Hal ini disampaikan Pusat Jaringan Gempa Bumi China (CENC) setelah sebelumnya melaporkan adanya "dugaan ledakan".

Dalam statemennya, CENC menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (24/9/2017), hasil studi data infrasonik memastikan bahwa "insiden tersebut bukan ledakan nuklir, melainkan sesuai dengan ciri-ciri alami gempa bumi".

Akademi Sains China juga merilis laporan yang menyampaikan hal senada, serta sesuai dengan hipotesa para pakar internasional bahwa gempa pada Sabtu (23/9) tersebut merupakan akibat yang tertunda dari ledakan nuklir sebelumnya. Pada 3 September lalu, Korut melakukan uji coba nuklir yang merupakan bom nuklir terkuat Korut sejauh ini. Uji coba nuklir tersebut memicu gempa berkekuatan 6,3 SR yang getarannya dirasakan di seluruh perbatasan di China.

Kelompok-kelompok monitoring memprediksi bahwa bom hidrogen tersebut memiliki kekuatan 250 kiloton, yang berarti 16 kali lebih besar dari bom nuklir yang dijatuhkan Amerika Serikat ke Hiroshima, Jepang pada tahun 1945 silam.

Uji coba nuklir tersebut memicu kecaman global dan mendorong Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sanksi-sanksi baru terhadap Korut. Namun sanksi-sanksi baru itu tak membuat Korut gentar. Negeri komunis itu menegaskan akan terus mengembangkan program senjata nuklirnya, yang menurutnya diperlukan untuk melindungi negara tersebut dari ancaman invasi AS.


(ita/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed