DetikNews
Selasa 12 September 2017, 12:06 WIB

16 Tahun Tragedi 9/11, Trump: Amerika Tak Bisa Diintimidasi

Novi Christiastuti - detikNews
16 Tahun Tragedi 9/11, Trump: Amerika Tak Bisa Diintimidasi Donald Trump saat berbicara dalam peringatan 16 tahun tragedi 9/11 di Pentagon (REUTERS/Joshua Roberts)
Virginia - Rakyat Amerika Serikat (AS) memperingati 16 tahun tragedi 11 September 2001 yang menewaskan 2.997 orang. Dalam momen peringatan ini, Presiden AS Donald Trump memperingatkan para 'pembunuh biadab' yang mengancam AS tidak akan menemukan ketenangan di Bumi.

Seperti dilansir AFP, Selasa (12/9/2017), Trump ikut mengheningkan cipta di Gedung Putih sebelum meletakkan karangan bunga dan berpidato di Pentagon, Arlington County, Virginia pada Senin (11/9) waktu AS. Sedikitnya 184 orang tewas dalam tragedi 9/11 di Pentagon.

Dengan nada bicara yang tegas dan serius, Trump memuji kekuatan Amerika dalam menghadapi tragedi 9/11. Namun dia juga memberikan peringatan keras untuk musuh-musuh AS.

"Amerika tidak bisa diintimidasi," tegas Trump.

"Siapa saja yang berupaya (mengintimidasi), akan segera bergabung dengan daftar panjang musuh-musuh yang telah kalah, yang berani menguji kami," imbuh Trump.


[Gambas:Video 20detik]

Di New York, kota asal Trump, peringatan 16 tahun tragedi 9/11 digelar di Ground Zero, yang berada tepat di lokasi menara kembar World Trade Center (WTC) yang roboh dalam serangan teror itu. Momen mengheningkan cipta dilakukan pukul 08.46 waktu setempat, tepat saat salah satu dari dua pesawat yang dibajak menabrakkan diri pada salah satu gedung WTC tahun 2001 lalu.

Dalam serangan itu, empat pesawat yang dibajak oleh kelompok Al-Qaeda dimanfaatkan untuk merobohkan menara kembar WTC dan menabrak gedung Pentagon. Pesawat keempat jatuh di Shanksville, Pennsylvania.

"Itu merupakan serangan terburuk di negara kita sejak Pearl Harbor dan bahkan lebih buruk karena ini serangan terhadap warga sipil -- pria, wanita dan anak-anak tak bersalah yang nyawanya terenggut," ucap Trump.

Serangan teror yang tercatat sebagai yang paling mematikan di wilayah AS itu menyeret AS ke dalam pertempuran tiada akhir melawan militan di berbagai belahan dunia. Trump sendiri bersumpah tidak akan memberi ampun untuk militan. "Kita akan memastikan mereka (militan-red) tidak akan pernah lagi memiliki tempat persembunyian untuk melancarkan serangan terhadap negara kita," ucapnya.

"Kita mempertegas kepada para pembunuh biadab ini bahwa tidak akan ada sudut gelap yang tidak bisa kita jangkau, tidak ada tempat perlindungan yang di luar cengkeraman kita, dan tidak ada tempat untuk bersembunyi di bumi yang sangat besar ini," tandasnya.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed