AS Cabut Larangan Laptop untuk Penerbangan Etihad dari Abu Dhabi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Jul 2017 12:46 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Washington DC - Amerika Serikat (AS) mencabut larangan laptop di kabin untuk maskapai Etihad Airways yang berbasis di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Namun larangan yang sama masih diberlakukan untuk maskapai-maskapai lain dari 10 bandara tertentu.

Pencabutan ini dilakukan sekitar tiga bulan setelah AS memberlakukan larangan laptop untuk penerbangan langsung dari 10 bandara di Timur Tengah dan Afrika Utara serta Turki. Seperti dilansir AFP, Senin (3/7/2017), Etihad Airways merupakan maskapai pertama yang diuntungkan dari pencabutan larangan ini.

Dalam larangan ini, setiap laptop maupun alat elektronik yang berukuran lebih besar dari telepon genggam tidak diizinkan untuk dibawa ke kabin dalam penerbangan langsung ke AS, termasuk Abu Dhabi. Larangan itu diberlakukan setelah AS mendapatkan informasi intelijen soal rencana kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) untuk memasang bom yang disembunyikan dalam peralatan elektronik semacam itu.


Dituturkan lebih lanjut oleh juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), David Lapan, pencabutan larangan untuk Etihad Airways ini dilakukan setelah maskapai itu meningkatkan langkah keamanan mereka.

"Kami menghargai Etihad karena bekerja dengan cepat untuk menerapkan langkah-langkah (keamanan) tambahan ini. Upaya mereka menjadi panutan bagi maskapai asing maupun domestik untuk ikut menerapkan langkah-langkah baru," sebut Lapan.

Lapan menyebut, langkah-langkah spesifik yang diterapkan maskapai Etihad merupakan rahasia. Namun dia menambahkan bahwa setiap peralatan elektronik milik penumpang akan menjalani pemeriksaan tambahan.


Secara terpisah, Etihad Aviation Group menyambut baik putusan AS untuk mencabut larangan laptop terhadap maskapainya. "Kami menyambut keputusan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk mencabut larangan alat elektronik dalam penerbangan antara Abu Dhabi dengan Amerika Serikat, menyusul validasi langkah keamanan di fasilitas preclearance AS di bandara Abu Dhabi," demikian pernyataan Etihad.

"Berlaku efektif segera, pencabutan larangan itu membuat para penumpang yang terbang ke AS dengan membawa laptop, tablet, dan alat elektronik lainnya ke dalam pesawat, untuk menjalani pemeriksaan keamanan lebih ketat," imbuh pernyataan itu.

Disebutkan Etihad bahwa para penumpang yang terbang ke AS dari Bandara Internasional Abu Dhabi akan menjalani pemeriksaan Bea Cukai dan Imigrasi di fasilitas Preclearance AS di Terminal 3 bandara tersebut. "Ketika mereka mendarat di AS, mereka akan tiba sebagai penumpang domestik yang tidak perlu mengantre pemeriksaan bea cukai dan imigrasi lagi," terang Etihad dalam pernyataannya.

(nvc/ita)