DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 20:11 WIB

Putin Akui Bisa Buktikan Trump Tak Bocorkan Rahasia ke Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Putin Akui Bisa Buktikan Trump Tak Bocorkan Rahasia ke Rusia Foto pertemuan Trump dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov yang dirilis kantor berita TASS (AFP Photo/HO)
Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mengomentari laporan soal Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan informasi intelijen rahasia kepada Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov. Putin mengklaim bisa membuktikan Trump tidak membocorkan rahasia intelijen AS kepada Lavrov.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Rabu (17/5/2017), hal itu diungkapkan Putin saat berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni di resort Laut Hitam, Sochi. Putin bergurau menyebut Lavrov sama sekali tidak melaporkan apapun kepadanya usai bertemu Trump.

"Saya berbicara dengannya (Lavrov) hari ini. Saya akan dengan terpaksa merilis peringatan untuknya karena dia tidak membagi rahasia ini dengan kami. Tidak dengan saya, atau dengan perwakilan dinas intelijen Rusia. Dia sungguh buruk," ucap Putin, menyindir kecurigaan AS bahwa Trump membocorkan intelijen rahasia AS ke Rusia.

Sejumlah sumber pemerintahan AS, seperti dikutip media AS, The Washington Post, menyebut Trump telah membeberkan informasi intelijen dengan Lavrov saat bertemu di Ruang Oval Gedung Putih. Informasi itu soal rencana operasi melawan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Informasi itu didasarkan pada informasi intelijen salah satu sekutu AS dan dibutuhkan izin untuk membeberkannya ke negara lain.

Baca juga: Trump Bocorkan Informasi Intelijen AS ke Menlu Rusia

Lebih lanjut, Putin menyatakan Rusia sangat menghargai pertemuan Lavrov dengan Trump. Dia bahkan menyatakan Rusia siap menyerahkan rekaman percakapan Lavrov dengan Trump kepada parlemen AS, demi memperjelas situasi. Secara terpisah, staf Kremlin Yuri Ushakov menyatakan bahwa Rusia hanya memiliki rekaman tertulis atau transkrip percakapan Lavrov-Trump, bukan rekaman audio.

Soal kehebohan yang sedang melanda AS terkait tudingan pembocoran rahasia ini, Trump menyebutnya sebagai 'kegilaan politik'. Putin menyebut, Trump tidak diizinkan bekerja dengan baik sebagai Presiden AS, dengan situasi 'kegilaan' yang sedang melanda.

"Sulit dibayangkan, apa lagi yang dimimpikan orang-orang yang memicu omong kosong dan sampah seperti ini," ujar Putin.

"Yang mengejutkan saya adalah mereka mengguncang situasi politik dalam negeri dengan menggunakan slogan anti-Rusia. Apakah mereka tidak memahami kerusakan yang mereka lakukan pada negara mereka sendiri, yang berarti mereka benar-benar bodoh, atau mereka memahami semuanya, yang berarti mereka berbahaya dan korup," imbuhnya.

Baca juga: Trump Minta Direktur FBI Berhenti Selidiki Penasihat Seniornya


(nvc/nwk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed