DetikNews
Jumat 21 Apr 2017, 18:37 WIB

Rentetan Serangan Teror di Prancis Sejak 2015

Novi Christiastuti - detikNews
Rentetan Serangan Teror di Prancis Sejak 2015 Situasi di lokasi penembakan di Champs Elysees, Paris (Benjamin Cremel/AFP)
Paris - Penembakan yang melanda kawasan Champs Elysees, Paris, Prancis merupakan insiden kesekian kalinya di negara tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, Prancis kerap dilanda serangan teror yang memicu korban jiwa.

Serangan terbaru yang terjadi pada Kamis (20/4) malam waktu setempat di kawasan wisata Champs Elysees menewaskan satu polisi dan melukai dua orang lainnya. Pelaku yang menggunakan senapan otomatis, akhirnya tewas ditembak polisi saat akan melarikan diri.

Kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas penembakan itu. Melalui kantor berita Amaq yang terkait ISIS, kelompok radikal itu mengklaim pelaku sebagai prajuritnya.

Menoleh ke belakang, belasan serangan teror marak melanda Prancis sejak tahun 2015. ISIS mengklaim beberapa serangan yang tak jarang memakan banyak korban jiwa itu.

Berikut rangkuman berbagai serangan teror di Prancis seperti dilansir AFP, Jumat (21/4/2017):

- Tahun 2015 -

7-9 Januari: Dua pria bersenjatakan senapan Kalashnikov menyerang kantor tabloid satir Charlie Hebdo di ibu kota Paris, pada 7 Januari 2015. Keduanya melepas tembakan secara brutal hingga menewaskan sedikitnya 12 orang. Pelaku berhasil melarikan diri dengan mobil usai beraksi.

Seorang polisi wanita tewas ditembak di pinggiran Paris, keesokan harinya. Sedangkan seorang pria bersenjata lainnya melakukan penyanderaan di sebuah supermarket Yahudi, yang akhirnya menewaskan empat sandera di antaranya.

Para pelaku serangan itu, baik di kantor Charlie Hebdo maupun pelaku penyanderaan akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi secara terpisah. Para pelaku sempat menyatakan sumpah setia pada Al-Qaeda dan ISIS sebelum tewas.

3 Februari: Seorang pria bersenjatakan pisau menyerang tiga tentara yang menjaga pusat komunitas warga Yahudi di Nice, French Riviera. Pelaku yang diidentifikasi sebagai Moussa Coulibaly (30) berhasil ditangkap. Dalam tahanan, pelaku mengungkapkan kebenciannya pada Prancis, kepolisian, militer dan warga Yahudi.

19 April: Sid Ahmed Ghlam, seorang mahasiswa Teknologi Informasi (IT) asal Aljazair, ditangkap atas kecurigaan membunuh seorang wanita yang ditemukan tewas ditembak di mobilnya. Mahasiswa itu juga diketahui merencanakan serangan ke sebuah gereja di pinggiran Paris. Kepolisian menemukan dokumen soal Al-Qaeda dan ISIS di rumah mahasiswa itu. Dia juga diketahui berkomunikasi dengan militan di Suriah.

26 Juni: Warga Prancis bernama Yassin Salhi (35) membunuh dan memenggal bosnya, Herve Cornara, di sebuah pabrik gas di wilayah Saint-Quention-Fallavier, Prancis bagian tenggara. Salhi juga berencana meledakkan pabrik itu, tapi ditangkap sebelum melaksanakan aksinya. Pada bulan Desember tahun yang sama, Salhi tewas gantung diri di dalam sel tahanannya.

13 Juli: Empat pria berusia 16-23 tahun, termasuk seorang mantan tentara, ditangkap atas dakwaan merencanakan serangan ke kamp militer setempat untuk melakukan pemenggalan. Para pelaku menyatakan sumpah setia pada ISIS.

21 Agustus: Para penumpang kereta cepat Thalys dari Amsterdam menghentikan seorang pria yang hendak melancarkan serangan. Pria bersenjatakan senapan Kalashnikov, pistol otomatis dan silet itu sempat melepas tembakan ke arah penumpang. Pelaku yang diidentifikasi sebagai warga Maroko bernama Ayoub El Khazzani (25) ini dikenal oleh intelijen Prancis terkait radikal Islam.

13 November: Para militan ISIS bersenjatakan senapan serbu dan bom beraksi di luar stadion nasional Prancis yang sedang menggelar pertandingan persahabatan Prancis-Jerman. Serangan juga melanda beberapa kafe di Paris serta gedung konser Bataclan. Sedikitnya 130 orang tewas dan lebih dari 350 orang lainnya luka-luka. Serangan ini disebut sebagai serangan paling mematikan dalam sejarah Prancis.

- Tahun 2016 -

7 Januari: Seorang pria bersenjatakan pisau daging dan membawa lambang ISIS, ditembak mati saat akan menyerang salah satu kantor polisi di Paris. Otoritas Prancis mengidentifikasi pelaku sebagai Sallah Ali yang lahir di Maroko dan pernah terjerat kasus pencurian tahun 2013.

13 Juni: Larossi Abballa (25) membunuh seorang polisi bernama Jean-Baptiste Salvaing (42) dan kekasihnya Jessica Schneider (36) di rumah mereka di Magnanville, Paris bagian barat. Salvaing ditikam hingga tewas sedangkan Schneider digorok lehernya. Abballa akhirnya tewas di tangan tim SWAT kepolisian setempat. Sebelum tewas, dia mengklaim via media sosial bahwa pembunuhan itu atas nama ISIS.

14 Juli: Sebuah truk besar menabrak kerumunan orang di Promenade des Anglais, Nice, sesaat setelah pertunjukan kembang api dalam rangka Bastille Day. Sedikitnya 84 orang tewas dan lebih dari 330 orang luka-luka dalam serangan teror ini. Pelaku yang bernama Mohamed Lahouiej Bouhlel (31) akhirnya ditembak mati otoritas Prancis. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan truk ini.

26 Juli: Seorang pastur di Saint-Etienne-du-Rouvray, Normandy, tewas dibunuh para penyerang di dalam gereja. Sang pastur yang sudah lanjut usia itu digorok lehernya, setelah para pelaku melakukan penyanderaan di dalam gereja.

- Tahun 2017 -

3 Februari: Seorang pria bersenjatakan golok menyerang empat tentara Prancis yang berpatroli di Museum Louvre, Paris. Pelaku yang diidentifikasi sebagai warga Mesir berusia 29 tahun itu, mengalami luka serius usai ditembak polisi.

18 Maret: Seorang pria berusia 39 tahun tewas ditembak di Bandara Orly, Paris usai menyerang seorang tentara. Jaksa Paris, Francois Molins menyebut pelaku berteriak 'Saya siap mati untuk Allah' saat melancarkan serangannya.

19 April: Kepolisian Prancis menangkap dua pria Prancis di Marseille atas kecurigaan merencanakan serangan teror. Bahan pembuatan bom dan sejumlah senjata ditemukan dalam penggeledahan terkait kedua pria itu.

21 April: Seorang tersangka teror yang masuk radar intelijen Prancis menembak mati seorang polisi Prancis di kawasan ternama Champs Elysees. Dua orang lainnya luka-luka dalam insiden ini. Pelaku akhirnya tewas ditembak polisi, saat akan melarikan diri dengan berlari. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan terbaru di Prancis ini.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed