DetikNews
2017/04/21 18:37:21 WIB

Rentetan Serangan Teror di Prancis Sejak 2015

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 2 dari 4
Rentetan Serangan Teror di Prancis Sejak 2015 Situasi di lokasi penembakan di Champs Elysees, Paris (Benjamin Cremel/AFP)

- Tahun 2015 -

7-9 Januari: Dua pria bersenjatakan senapan Kalashnikov menyerang kantor tabloid satir Charlie Hebdo di ibu kota Paris, pada 7 Januari 2015. Keduanya melepas tembakan secara brutal hingga menewaskan sedikitnya 12 orang. Pelaku berhasil melarikan diri dengan mobil usai beraksi.

Seorang polisi wanita tewas ditembak di pinggiran Paris, keesokan harinya. Sedangkan seorang pria bersenjata lainnya melakukan penyanderaan di sebuah supermarket Yahudi, yang akhirnya menewaskan empat sandera di antaranya.

Para pelaku serangan itu, baik di kantor Charlie Hebdo maupun pelaku penyanderaan akhirnya tewas dalam baku tembak dengan polisi secara terpisah. Para pelaku sempat menyatakan sumpah setia pada Al-Qaeda dan ISIS sebelum tewas.

3 Februari: Seorang pria bersenjatakan pisau menyerang tiga tentara yang menjaga pusat komunitas warga Yahudi di Nice, French Riviera. Pelaku yang diidentifikasi sebagai Moussa Coulibaly (30) berhasil ditangkap. Dalam tahanan, pelaku mengungkapkan kebenciannya pada Prancis, kepolisian, militer dan warga Yahudi.

19 April: Sid Ahmed Ghlam, seorang mahasiswa Teknologi Informasi (IT) asal Aljazair, ditangkap atas kecurigaan membunuh seorang wanita yang ditemukan tewas ditembak di mobilnya. Mahasiswa itu juga diketahui merencanakan serangan ke sebuah gereja di pinggiran Paris. Kepolisian menemukan dokumen soal Al-Qaeda dan ISIS di rumah mahasiswa itu. Dia juga diketahui berkomunikasi dengan militan di Suriah.

26 Juni: Warga Prancis bernama Yassin Salhi (35) membunuh dan memenggal bosnya, Herve Cornara, di sebuah pabrik gas di wilayah Saint-Quention-Fallavier, Prancis bagian tenggara. Salhi juga berencana meledakkan pabrik itu, tapi ditangkap sebelum melaksanakan aksinya. Pada bulan Desember tahun yang sama, Salhi tewas gantung diri di dalam sel tahanannya.

13 Juli: Empat pria berusia 16-23 tahun, termasuk seorang mantan tentara, ditangkap atas dakwaan merencanakan serangan ke kamp militer setempat untuk melakukan pemenggalan. Para pelaku menyatakan sumpah setia pada ISIS.

21 Agustus: Para penumpang kereta cepat Thalys dari Amsterdam menghentikan seorang pria yang hendak melancarkan serangan. Pria bersenjatakan senapan Kalashnikov, pistol otomatis dan silet itu sempat melepas tembakan ke arah penumpang. Pelaku yang diidentifikasi sebagai warga Maroko bernama Ayoub El Khazzani (25) ini dikenal oleh intelijen Prancis terkait radikal Islam.

13 November: Para militan ISIS bersenjatakan senapan serbu dan bom beraksi di luar stadion nasional Prancis yang sedang menggelar pertandingan persahabatan Prancis-Jerman. Serangan juga melanda beberapa kafe di Paris serta gedung konser Bataclan. Sedikitnya 130 orang tewas dan lebih dari 350 orang lainnya luka-luka. Serangan ini disebut sebagai serangan paling mematikan dalam sejarah Prancis.
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed