DetikNews
Senin 20 Mar 2017, 15:33 WIB

Terseret Kasus Kejahatan, Diplomat AS Diusir dari Selandia Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Terseret Kasus Kejahatan, Diplomat AS Diusir dari Selandia Baru Perdana Menteri Selandia Baru Bill English (AFP Photo/MARTY MELVILLE)
Wellington - Seorang diplomat Amerika Serikat (AS) diusir dari Selandia Baru. Pengusiran ini dipicu oleh penolakan otoritas AS untuk mencabut kekebalan diplomatik, agar kepolisian Selandia Baru bisa menginterogasi diplomat tersebut terkait penyelidikan kejahatan serius.

Rincian kasus yang menyeret diplomat AS itu tidak diungkap ke publik. Namun media lokal Selandia Baru melaporkan, diplomat AS itu pergi meninggalkan Selandia Baru pekan lalu, dengan mengalami retak tulang hidung dan mata memar.

Seperti dilansir AFP, Senin (20/3/2017), Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Bill English menyebut penolakan otoritas AS untuk mencabut kekebalan diplomatik itu sebagai tindakan yang disesalkan. PM English juga berharap AS menyelidiki sendiri kasus yang menyeret diplomatnya.

"Kami mengharapkan seluruh diplomat di sini untuk mematuhi hukum yang berlaku dan jika itu dilanggar, kami mengharapkan kepolisian kami untuk menyelidiki," tutur PM English kepada wartawan setempat.

"Kami menyesali bahwa mereka (AS) tidak memberikan pencabutan kekebalan diplomatik, dan sekarang semuanya ada di tangan otoritas mereka," imbuhnya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Selandia Baru Murray McCully menyatakan kekecewaannya atas penolakan AS dan meminta agar diplomat AS yang diselidiki polisi itu, diusir dari Selandia Baru. McCully menyebut, Duta Besar Selandia Baru di Washington DC telah mengangkat pembahasan isu ini dengan para pejabat AS.

Dalam penyelidikan kasus ini, kepolisian Selandia Baru menyatakan pihaknya dipanggil untuk menangani insiden di kawasan Lower Hutt, pinggiran Wellington pada 12 Maret lalu. "Melibatkan satu individu dari Kedutaan Besar AS di Wellington," sebut kepolisian setempat.

Namun saat polisi tiba di lokasi, orang yang dimaksud sudah meninggalkan lokasi kejadian dan tidak dilakukan penangkapan sama sekali. Penyelidikan kepolisian Selandia Baru terhalang tembok diplomatik, karena orang yang mereka selidiki memiliki kekebalan diplomatik.

Media-media lokal Selandia Baru menyebut diplomat AS yang terkena kasus di Selandia Baru itu bernama Colin White. Dia dilaporkan sudah pergi meninggalkan Wellington bersama istri dan anaknya. Media lokal TVNZ melaporkan, White merupakan atase teknis yang bekerja erat dengan intelijen Selandia Baru, GCSB.


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed