detikNews
Selasa 06 Desember 2016, 12:33 WIB

Kedubes AS Palsu di Ghana Ditutup Setelah Beroperasi 1 Dekade

Novi Christiastuti - detikNews
Kedubes AS Palsu di Ghana Ditutup Setelah Beroperasi 1 Dekade Gedung yang dioperasikan sebagai Kedubes AS palsu di Ghana (US Department of State Photo/CNN)
Accra - Sebuah Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) palsu di Ghana ditutup setelah beroperasi selama satu dekade. Kedubes palsu ini merilis banyak visa AS kepada warga yang ingin berkunjung ke Negeri Paman Sam.

Dituturkan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, seperti dilansir CNN, Selasa (6/12/2016), sebuah gedung di ibu kota Accra yang beroperasi sebagai Kedubes AS adalah Kedubes palsu. Gedung itu mengibarkan bendera AS dan memasang foto Presiden Barack Obama di dalamnya seperti layaknya fasilitas diplomatik.

Menurut Deplu AS, kedubes palsu itu menerbitkan visa AS yang sah namun didapatkan secara ilegal selama bertahun-tahun. Kedubes palsu itu juga memalsukan visa negara lain dan memproduksi dokumen identifikasi palsu lainnya.

Disebutkan Deplu AS, operasional kedubes AS palsu itu diawasi oleh tokoh-tokoh dari sindikat kriminal Ghana dan Turki yang bersekongkol dengan para pejabat Ghana yang korup. Kedubes AS palsu itu diketahui beroperasi tiga hari dalam seminggu di Accra.

Deplu AS tidak menyebut lebih lanjut, soal berapa banyak orang yang masuk ke AS dengan menggunakan dokumen yang dirilis sindikat kriminal itu. Juga tidak dijelaskan bagaimana sindikat itu bisa mendapatkan dokumen resmi dan sah.

Berbagai visa dan paspor dari 10 negara berbeda ditemukan di dalam gedung kedubes palsu itu dan disita saat polisi setempat melakukan penggerebekan. Dari penampilan luar, gedung yang berplester semen dengan atap seng itu sama sekali tidak terlihat seperti fasilitas diplomatik pada umumnya.

Entah bagaimana kedubes AS palsu itu bisa beroperasi selama satu dekade terakhir tanpa ketahuan pihak berwenang. Hanya disebutkan bahwa otoritas setempat menutup operasional gedung itu setelah menerima informasi pada musim panas lalu. Penyelidikan gabungan kemudian dilakukan oleh otoritas Ghana bersama agen-agen keamanan diplomatik pada Kedubes AS yang sebenarnya di Ghana dengan melibatkan mitra-mitra internasional.

Ditambahkan Deplu AS, penggerebekan di kedubes AS palsu itu juga membongkar keberadaan kedubes Belanda yang juga palsu di Accra. Belum ada tanggapan dari otoritas Ghana maupun Belanda terkait kedubes palsu itu.

Kedubes-kedubes palsu di Ghana ini mempromosikan layanannya via brosur dan papan iklan untuk memancing konsumen dari Ghana dan negara tetangga.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com