detikNews
Rabu 09 Desember 2015, 16:33 WIB

Pelaku Penembakan San Bernardino Sempat Pinjam Uang Rp 392 Juta

Novi Christiastuti - detikNews
Pelaku Penembakan San Bernardino Sempat Pinjam Uang Rp 392 Juta Syed Rizwan Farook (REUTERS/FBI/Handout via Reuters)
California - Otoritas Amerika Serikat tengah menyelidiki transaksi finansial pelaku penembakan brutal di San Bernardino, California. Penyidik menemukan fakta bahwa pelaku sempat meminjam uang sebesar US$ 28.500 atau setara Rp 392 juta sebelum beraksi.

Disampaikan sumber yang memahami penyelidikan, seperti dilansir AFP, Rabu (9/12/2015), salah satu pelaku, Syed Rizwan Farook, mengambil pinjaman online melalui Prosper Marketplace yang berbasis di San Francisco. Pinjaman itu mencapai total US$ 28.500.

Farook kemudian diketahui menarik tunai uang sebesar US$ 10 ribu (Rp 137 juta) sekitar 20 November lalu, di San Bernardino. Kota dengan penduduk 200 ribu jiwa itu menjadi lokasi serangan brutal yang didalangi dirinya dan sang istri, Tashfeen Malik, pada 2 Desember lalu.

Dilaporkan media AS, Fox News, penyidik tengah mencari tahu apakah uang US$ 10 ribu yang diambil Farook dari Union Bank itu, digunakan untuk membayar Enrique Marquez, temannya yang membeli dua pucuk senapan otomatis jenis AR-15. Kedua senapan itu digunakan dalam serangan brutal.

Jika nantinya terbukti demikian, maka Marquez bisa disidangkan oleh pengadilan setempat. Terutama jika terbukti Marquez memodifikasi senapan itu secara ilegal.

Beberapa hari sebelum kejadian, penyidik melacak sedikitnya ada tiga kali transfer uang dengan nominal US$ 5 ribu ke rekening milik ibunda Farook, Rafia. FBI sebelumnya menyebut Farook dan istrinya yang kelahiran Pakistan telah diradikalisasi untuk waktu yang tidak terlalu lama.

Pasangan ini meninggalkan bayi perempuan mereka dengan neneknya, sebelum mereka bergerak ke lokasi penembakan di Inland Regional Center di mana sejumlah rekan Farook tengah menggelar pesta akhir tahun. Keduanya melepas tembakan membabi-buta hingga menewaskan 14 orang dan melukai 21 orang lainnya. Pasangan ini tewas beberapa jam kemudian dalam baku tembak dengan polisi setempat.

Farook yang kelahiran AS ini diketahui berprofesi sebagai inspektur kesehatan untuk otoritas distrik San Bernardino, dengan pendapatan mencapai US$ 53 ribu (Rp 730 juta) setahun. Sumber yang memahami kasus ini menyatakan Farook memiliki citra yang baik sehingga mendapat pinjaman tersebut.

Pihak Prosper Marketplace menyatakan setiap pinjaman yang diberikan telah didasarkan atas verifikasi identitas dan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sedangkan bank online yang berbasis di Utah, WebBank.com, yang memberikan pinjaman itu menyatakan pihaknya tidak bisa berkomentar soal nasabah yang meminjam uang kepada mereka.

"WebBank mengevaluasi seluruh aplikasi sesuai dengan ketentuan hukum, termasuk undang-undang antiterorisme dan undang-undang antipencucian uang," tegasnya.


(nvc/faj)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com