detikNews
Kamis 02 Agustus 2012, 15:08 WIB

Bangkai Paus 30 Ton di Australia Dipotong-potong & Dibuang ke Tempat Sampah

- detikNews
Bangkai Paus 30 Ton di Australia Dipotong-potong & Dibuang ke Tempat Sampah Si paus sebelum dipotong-potong (The Age)
Sydney, - Bangkai paus raksasa yang terdampar di Pantai Newport, Sydney, Australia, akhirnya dipotong-potong menjadi beberapa bagian oleh otoritas setempat. Sejumlah bagian tubuh paus seberat 30 ton tersebut akan dibawa ke tempat pembuangan sampah, sedangkan bagian kepalanya akan dikubur di pantai.

Menurut harian Australia, The Age<\/em>, Kamis (2\/8\/2012), ada 6 tim yang masing-masing beranggotakan 2 orang, yang telah melakukan pemotongan bangkai paus tersebut dengan gergaji mesin pada Kamis pagi waktu setempat. Bangkai paus raksasa tersebut dipotong-potong menjadi beberapa bagian agar mudah untuk dipindahkan.

Paus tersebut ditemukan terdampar di sebuah kolam renang laut di Pantai Newport pada Rabu (1\/8) waktu setempat. Saat ditemukan, paus tersebut diduga telah mati selama beberapa hari.

\\\"Bagian kepala akan dikubur malam ini di sebuah lubang di pantai,\\\" ujar koordinator program hewan laut Taman Nasional dan Pelestarian Satwa Liar setempat, Geoff Ross.

Sedangkan potongan tubuh lainnya akan dibawa dengan truk ke tempat pembuangan sampah di Lucas Heights, besok (3\/8) waktu setempat. Ross menambahkan, pasca penemuan paus ini, otoritas setempat memutuskan menutup pantai tersebut untuk umum. Salah satu alasannya untuk mempermudah proses evakuasi paus ini, mengingat begitu banyaknya warga yang datang untuk menonton bangkai paus ini.

Secara terpisah, aktivis dari Organisasi Penyelamat dan Peneliti Paus Australia (ORRCA) Wendy McFarlene menyatakan, paus tersebut sudah tak bernyawa sejak 3-4 hari sebelum ditemukan. Akibatnya, bau busuk dari bangkai paus tersebut cukup mengganggu sehingga perlu segera dibersihkan dari bibir pantai.

Sedangkan untuk mengetahui penyebab kematian paus tersebut, pihak ORRCA telah mengambil sampel darah dan kulit dari hewan tersebut. Nantinya sampel-sampel tersebut akan diteliti untuk mencari tahu apakah paus tersebut mati keracunan atau karena hal lainnya.

\\\"Darah paus bisa memberitahu banyak hal soal apapakah paus tersebut keracunan saat tengah mencari makanan di laut. Karena hewan ini adalah paus dewasa yang masih muda, dia berada di puncak rantai makanan, jadi jika memang ada hal buruk di luar sana, akan bisa ditemukan buktinya,\\\" tandas McFarlene.




(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com