detikNews
Kamis 22 Agustus 2019, 16:43 WIB

Drone Militer Ditembak Jatuh di Yaman, AS Salahkan Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Drone Militer Ditembak Jatuh di Yaman, AS Salahkan Iran Ilustrasi -- Drone militer AS jenis MQ-9 (US Air Force/Let. Col. Leslie Pratt via CNN)
Washington DC - Sebuah drone militer milik Amerika Serikat (AS) ditembak jatuh di wilayah Yaman oleh sebuah rudal darat-ke-udara. Otoritas AS langsung menyalahkan Iran, yang diketahui mendukung pemberontak Houthi dalam konflik Yaman, atas insiden itu.

Seperti dilansir CNN, Kamis (22/8/2019), seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa AS meyakini rudal yang menjatuhkan drone militer jenis MQ-9 itu disuplai oleh Iran kepada pemberontak Houthi di Yaman. Insiden itu dilaporkan terjadi pada Rabu (21/8) waktu setempat.

Namun, lanjut pejabat AS itu, tidak diketahui secara jelas apakah drone itu tengah dioperasikan oleh komunitas intelijen atau militer AS saat ditembak jatuh.

Dalam pernyataan terpisah, pemberontak Houthi menyebut rudal yang digunakan untuk menembak jatuh drone AS itu 'dikembangkan secara domestik' dan bukan disuplai oleh Iran. Houthi menyebut sistem pertahanan udara mereka menembak jatuh drone itu di wilayah Sanaa bagian selatan.


Pernyataan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump dan pernyataan militer AS secara tegas melibatkan Iran dalam insiden itu. Diketahui bahwa Iran mendukung Houthi dalam konflik yang tengah berlangsung di Yaman.

"Kami menyadari laporan soal serangan oleh pasukan Houthi yang didukung Iran terhadap sebuah drone AS. Presiden telah diberitahu dan kami terus menyelidikinya," juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Garrett Marquis, dalam pernyataannya.

"Serangan ini hanya mungkin terjadi karena bantuan mematikan Iran untuk Houthi dan menjadi contoh lain bagi upaya tanpa henti dari rezim (Iran) untuk semakin memperluas konflik dan mengancam stabilitas kawasan," imbuh Marquis.


Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam pernyataan terpisah menyatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan serangan terhadap drone AS itu.

"Kami telah memperjelas bahwa aksi provokasi Iran dan dukungannya pada militan dan proxy, seperti Houthi yang didukung Iran, memberikan ancaman serius terhadap stabilitas di kawasan dan mitra-mitra kami," ucap juru bicara CENTCOM, Letnan Kolonel Earl Brown, dalam pernyataannya.

Insiden terbaru di Yaman ini diketahui terjadi saat ketegangan antara AS dan Iran masih tinggi. Hubungan kedua negara memburuk sejak Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2018 lalu dan memberlakukan sanksi bagi negara tersebut.

Pada Juni lalu, sebuah drone militer AS ditembak jatuh oleh Iran di dekat perairan Selat Hormuz. Insiden itu hampir membuat AS melancarkan serangan militer, sebelum akhirnya dibatalkan pada menit-menit akhir oleh Trump. AS bersikeras menyebut drone itu ada di wilayah udara internasional, sedangkan Iran menyebut drone AS memasuki wilayah udaranya.


(nvc/jbr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com