detikNews
Selasa 09 Juli 2019, 15:45 WIB

Arab Saudi Gagalkan Serangan Houthi ke Kapal Niaga di Laut Merah

Novi Christiastuti - detikNews
Arab Saudi Gagalkan Serangan Houthi ke Kapal Niaga di Laut Merah Ilustrasi -- Pemberontak Houhti di Yaman (Khaled Abdullah/REUTERS)
Riyadh - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman mengklaim telah menggagalkan serangan terhadap sebuah kapal niaga di Laut Merah. Serangan itu disebut melibatkan ranjau dan dilakukan oleh pemberontak Houthi yang tengah diperangi koalisi Saudi di Yaman.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/7/2019), koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataannya menyebut serangan itu terjadi di perairan Laut Merah pada Senin (8/7) waktu setempat.

"Angkatan Laut dari koalisi berhasil menggagalkan sebuah serangan dari milisi Houthi yang menargetkan sebuah kapal komersial (niaga) di perairan Laut Merah bagian selatan, dengan menggunakan sebuah kapal tanpa awak yang dipasangi ranjau," ujar juru bicara koalisi pimpinan Saudi seperti dikutip Saudi Press Agency (SPA).

"Pasukan koalisi mendeteksi sebuah kapal tanpa awak... kemudian mencegat dan menghancurkannya," imbuh juru bicara tersebut.


Pemberontak Houthi, melalui sayap media mereka Al-Masirah TV, menolak tuduhan ini dan menyebutnya 'tidak berdasar'.

Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi dalam operasi militer yang diluncurkan sejak Maret 2015, telah sejak lama menuduh Houthi dan Iran, yang mendukungnya, mengancam rute navigasi internasional dan perdagangan dunia.

Tahun lalu, Saudi sebagai pengekspor minyak mentah terbesar dunia, menghentikan aktivitas ekspor melalui Bab al-Mandeb setelah terjadi sebuah kapal tanker di jalur pelayaran strategis itu diserang oleh Houthi. Aktivitas ekspor dilanjutkan 10 hari kemudian. Bab al-Mandep merupakan jalur pelayaran krusial antara Semenanjung Arab dan Tanduk Afrika, yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden.

Serangan-serangan terbaru terhadap kapal tanker terjadi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital untuk suplai minyak dunia. Terkait serangan itu, Amerika Serikat (AS) menyalahkan Iran yang dituding memicu ketegangan kawasan. Iran berulang kali menyangkal tudingan itu.


Terlepas dari itu, selain menghadapi serangan terhadap kapal-kapal niaga, koalisi pimpinan Saudi juga menghadapi serangan rudal atau drone dari Houthi. Yang terbaru, serangan drone dari Houthi terjadi pada Senin (8/7) malam waktu setempat.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, dalam pernyataan yang dirilis SPA dan dilansir Arab News, menyebut sebuah drone yang dipasangi peledak berhasil ditembak jatuh. Drone itu, sebut Al-Maliki, diterbangkan oleh Houthi ke wilayah Saudi dan ditujukan ke sebuah target sipil, tanpa penjelasan lebih lanjut.

"Terorisme kriminal Houthi terus melancarkan drone untuk melakukan serangan keji dan aksi terorisme dengan menargetkan warga sipil dan instalasi sipil dan tidak ada satu pun target yang terkena. Drone itu dihancurkan dan ditembak jatuh," tegasnya.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com