detikNews
Senin 08 Juli 2019, 17:33 WIB

Langka, Seorang Kakek Asal Korsel Membelot ke Korut

Novi Christiastuti - detikNews
Langka, Seorang Kakek Asal Korsel Membelot ke Korut Ilustrasi (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Pyongyang - Seorang kakek asal Korea Selatan (Korsel) membelot ke Korea Utara (Korut) baru-baru ini. Pembelotan langka ini dilakukan kakek Korsel ini untuk mengikuti jejak orangtuanya yang juga membelot ke Korut tahun 1980-an silam.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/7/2019), pembelotan seorang warga Korsel bernama Choe In-Guk yang berusia 72 tahun ini, dilaporkan oleh media nasional Korut bernama Uriminzokkiri. Dilaporkan Uriminzokkiri bahwa Choe mendarat di Pyongyang pada Sabtu (6/7) waktu setempat.

Choe diketahui merupakan anak mantan Menteri Luar Negeri Korsel, Choe Dok-Shin yang meninggal dunia tahun 1989, atau tiga tahun setelah dia bersama istrinya membelot ke Korut.


Dalam tayangan video yang direkam di Bandara Pyongyang dan diposting pada situs resmi Uriminzokkiri pada Minggu (7/7) waktu setempat, terlihat momen saat Choe tiba di Pyongyang. Uriminzokkiri menyebut Choe datang untuk tinggal di Korut.

"Saya tidak bisa menemukan kata-kata untuk menggambarkan terima kasih saya kepada Republik (Korut) ini yang telah merangkul saya," ucap Choe dalam klip yang diposting Uriminzokkiri.

Ditambahkan Choe bahwa dirinya memutuskan untuk tinggal di Korut 'untuk memenuhi harapan' mendiang orangtuanya.

Pembelotan biasa dilakukan warga Korut yang hidup dalam penindasan dan kemiskinan, ke Korsel, dalam beberapa tahun terakhir. Namun pembelotan sebaliknya, yakni dari Korsel ke Korut tergolong luar biasa langka.


Kementerian Unifikasi Korsel dalam pernyataan terpisah, menyebut pihaknya tidak menyadari pembelotan Choe hingga laporan Uriminzokkiri dirilis. Kementerian Unifikasi Korsel menegaskan bahwa pihaknya tidak melacak setiap individu karena 'menghormati kebebasan pergerakan' dari setiap warga.

Diketahui bahwa di masa lalu, sejumlah kecil warga Korsel yang mengalami kesulitan ekonomi membelot ke Korut. Namun otoritas Korut diketahui kerap memulangkan warga-warga Korsel yang membelot karena dianggap memiliki nilai kecil bagi platform propaganda mereka.

Tahun lalu, dua warga Korsel dipulangkan otoritas Korut. Juru bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Lee Sang-Min, menyatakan pemerintah Korsel tidak secara rutin mencatat jumlah warganya yang membelot ke Korut.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com