detikNews
Minggu 07 Juli 2019, 06:30 WIB

Marah Atas Maraknya Femisida, Ratusan Perempuan Paris Turun ke Jalan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Marah Atas Maraknya Femisida, Ratusan Perempuan Paris Turun ke Jalan Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (Foto: Dok. iStock)
Paris - Ratusan pengunjuk rasa perempuan berkumpul di pusat kota Paris pada Sabtu (6/7) waktu setempat. Mereka menuntut penindakan atas maraknya pembunuhan terhadap perempuan karena dilatarbelakangi kekerasan berbasis gender atau femisida di Prancis.

Dilansir Reuters pada Sabtu (6/7/2019), para demonstran membawa spanduk bertuliskan 'Hentikan pembunuhan terhadap perempuan' dan 'Planet ini membutuhkan perempuan' sambil meneriakkan yel-yel 'Cukup'. Mereka memadati Place de la Repunliqu, sebagian dari massa berasal dari LSM Hak Perempuan.


Para perempuan dari segala usia dan beberapa kaum laki-laki itu mengheningkan cipta selama 74 menit. Hal itu sebagai penghormatan kepada 74 perempuan yang tewas di Prancis tahun 2019. Berdasarkan data yang diperoleh dari grup Facebook korban kekerasan terhadap perempuan 'Femicides par compagnons ou ex', setidaknya sebanyak 4 perempuan tewas dalam minggu ini.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Prancis, sebanyak 130 wanita diduga dibunuh oleh suami dan kekerasan dalam rumah tangga, atau perempuan yang dibunuh oleh pacar laki-laki mereka pada tahun 2017. Sementara tahun 2016 terdapat 123 orang perempuan yang dibunuh.

Salah seorang aktris Prancis, Julie Gayet turut menyuarakan kepedulian terhadap perempuan yang menjadi korban kekerasan tersebut. Selain itu, Gayet yang juga mitra mantan Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan banyak perempuan Prancis yang sekarat hari ini.

"Ini pembunuhan. Kita harus sadar tentang apa yang terjadi hari ini, terlepas dari evolusi masyarakat. Ada kemunduran, dan bahkan lebih banyak wanita sekarat hari ini," ujar Gayet, saat melakukan protes.


Sedangkan, Menteri Kesetaraan Gender Prancis, Marlene Schiappa turut memberikan komentar terhadap aksi itu di akun Twitter-nya. Ia menyatakan dukungan terhadap apa yang disuarakan oleh ratusan demonstran perempuan itu.

"Saya turut merasakan emosi para korban dan kerabat mereka. Saya kembali menegaskan bahwa mendukung pergerakan ini dan tekad pemerintah," tulisnya di twitter.

Berdasarkan jumlah korban yang dibagikan 'Femicides par compagnons ou ex', kelompok advokasi perempuan di Perancis berbicara lebih lantang untuk menuntut komitmen pemerintah terhadap kesetaraan gender. Selain itu mereka meminta pemerintah Prancis bertindak tegas terhadap kekerasan dalam rumah tangga.

Sejumlah juru kampanye feminis mengirimkan sebuah artikel di surat kabar Prancis 'Le Monde' pada Jumat (5/7), mereka menuntut pemerintah untuk mengambil langkah tegas. Diantaranya, menangguhkan hak asuh anak dari pria yang diduga membunuh istri atau pasangannya selama investigasi. Serta memberikan perlindungan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga.


Marah Atas Maraknya Femisida, Ratusan Perempuan Paris Turun ke Jalan


Simak Video "Keren! Deretan Mesin Perang AS Mejeng di Paris Air Show 2019"
[Gambas:Video 20detik]

(lir/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com