detikNews
Senin 24 Juni 2019, 14:59 WIB

Iran Tegaskan Tak Pernah Ada Serangan Siber AS yang Berhasil

Rita Uli Hutapea - detikNews
Iran Tegaskan Tak Pernah Ada Serangan Siber AS yang Berhasil Foto: Dok. REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo
Teheran - Pemerintah Iran menegaskan bahwa tak pernah ada serangan siber terhadap negara republik Islam itu yang berhasil. Penegasan ini disampaikan setelah media Amerika Serikat melaporkan bahwa AS telah melancarkan serangan siber terhadap Iran di tengah ketegangan antara kedua negara.

"Media-media menanyakan tentang kebenaran dugaan serangan siber terhadap Iran. Tidak ada serangan yang berhasil dilakukan oleh mereka, meskipun mereka melakukan banyak upaya," kata Menteri Telekomunikasi Iran Mohammad Javad Azari Jahromi dalam postingan di Twitter seperti dilansir dari kantor berita AFP, Senin (24/6/2019).


Menteri Iran itu mengakui bahwa Iran telah menghadapi terorisme siber, misalnya Stuxnet. Virus Stuxnet yang ditemukan pada tahun 2010, disebut-sebut dirancang oleh Israel dan AS guna merusak fasilitas nuklir Iran.

Sebelumnya pada Sabtu (22/6) waktu setempat, Washington Post melaporkan bahwa AS melancarkan serangan siber terhadap sistem kendali rudal dan jaringan mata-mata Iran pekan ini, setelah Iran menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak (drone) pengintai AS.


Menurut media terkemuka AS itu, serangan siber itu melumpuhkan komputer-komputer yang digunakan untuk mengendalikan roket dan peluncur rudal, namun tidak menimbulkan korban. Serangan itu dilakukan tak lama setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan udara terhadap Iran pada Kamis (20/6) lalu.

Belakangan ini, pemerintahan Trump meningkatkan ketegangan dengan Iran yang telah menjadi musuh lama AS dan sekutu-sekutu penting AS, yakni Israel dan Arab Saudi. Ketegangan meningkat setelah Trump secara sepihak memutuskan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran yang dikenal dengan nama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2018. Juga setelah Amerika menerapkan sanksi-sanksi baru terhadap Iran dan secara praktis memaksa negara-negara lain turut mengembargo Iran.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com