detikNews
Senin 24 Juni 2019, 10:48 WIB

Iran Eksekusi Mati Seorang Warganya yang Jadi Mata-mata CIA

Novi Christiastuti - detikNews
Iran Eksekusi Mati Seorang Warganya yang Jadi Mata-mata CIA Foto: Internet
Teheran - Otoritas Iran menyatakan telah mengeksekusi mati seorang warganya yang bekerja sebagai 'kontraktor Kementerian Pertahanan' yang dinyatakan bersalah menjadi mata-mata untuk Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) atau CIA.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/6/2019), eksekusi mati ini dilaporkan oleh kantor berita semi resmi Iran, ISNA. Tidak disebut lebih lanjut kapan eksekusi mati ini digelar.

"Eksekusi mati dilakukan terhadap Jalal Haji Zavar, seorang kontraktor untuk lembaga dirgantara pada Kementerian Pertahanan yang menjadi mata-mata untuk CIA dan pemerintah Amerika," sebut militer Iran dalam pernyataan yang dikutip kantor berita ISNA.

ISNA melaporkan bahwa Zavar divonis mati setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer Iran atas dakwaan spionase beberapa waktu lalu. Menurut ISNA, Zavar dieksekusi mati di penjara Rajayi Shahr yang terletak di kota Karaj, Teheran sebelah barat.


Tidak disebut lebih lanjut kapan Zavar ditangkap. Hanya disebut bahwa kontraknya dengan Kementerian Pertahanan dicabut pada 1389 tahun Iran, yang berarti pada Maret 2010-2011 lalu.

ISNA melaporkan bahwa Zavar diidentifikasi sebagai mata-mata oleh unit intelijen Kementerian Pertahanan Iran.

Dilaporkan ISNA bahwa dalam penyelidikan, Zavar 'secara eksplisit mengakui aktivitas spionase untuk CIA' dengan imbalan uang. "Dokumen-dokumen dan perlengkapan spionase ditemukan di rumahnya," kata ISNA dalam laporannya.

Mantan istri Zavar, yang tidak disebut namanya, juga dinyatakan bersalah atas dakwaan 'terlibat dalam spionase'. Dia telah dijatuhi vonis 15 tahun penjara.


Laporan ISNA ini dirilis beberapa hari setelah Iran mengklaim telah membongkar jaringan mata-mata internasional 'terbaru' AS yang terkait CIA, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS.

Dalam laporan kantor berita Iran lainnya, IRNA, pada Selasa (18/6) lalu, Iran mengklaim telah melakukan operasi bersama 'sekutu-sekutu asingnya' yang menargetkan jaringan spionase asing. Iran mengklaim bahwa pihaknya sukses dalam 'mencegah rencana Amerika berhasil'.

Ketegangan Iran dan AS semakin memanas setelah sebuah drone pengintai militer AS ditembak jatuh oleh rudal Iran. AS bersikeras bahwa drone itu terbang di wilayah internasional, sedangkan Iran menegaskan bahwa drone AS itu melanggar wilayah udara Iran saat ditembak jatuh di atas perairan dekat wilayah Provinsi Hormozgan.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com