detikNews
Sabtu 22 Juni 2019, 17:56 WIB

Penulis Wanita AS Mengaku Pernah Dicabuli, Trump Membantah Keras

Novi Christiastuti - detikNews
Penulis Wanita AS Mengaku Pernah Dicabuli, Trump Membantah Keras Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)
New York - Satu lagi wanita yang mengaku pernah dicabuli oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Wanita yang berprofesi sebagai kolumnis majalah mode Elle ini menyebut insiden itu terjadi di sebuah kamar pas di pusat perbelanjaan New York sekitar lebih dari 20 tahun lalu.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (22/6/2019), Wanita bernama E Jean Carroll yang kini berusia 75 tahun ini menjadi wanita ke-16 yang menuduh Trump atas tindak kekerasan atau pelecehan seksual. Trump langsung membantah keras tuduhan ini dengan menyatakan tidak pernah bertemu dengan Carroll. Tuduhan terhadap Trump ini disampaikan dalam kutipan buku terbaru Carroll yang diterbitkan oleh New York Magazine pada Jumat (21/6) waktu setempat.

Menurut Carroll dalam kutipan bukunya, tindak serangan seksual terhadap dirinya terjadi sekitar tahun 1995 atau 1996 lalu. Saat itu, Trump masih menjadi pengembang real estate terkemuka dan Caroll merupakan penulis majalah terkenal dan host sebuah acara televisi.


Pengakuan Carroll menyebutkan dirinya saat itu tak sengaja berpapasan dengan Trump saat sedang belanja di pusat perbelanjaan Bergdorf Goodman di Manhattan, New York. Carroll menyebut bahwa pertemuan itu awalnya penuh nuansa persahabatan.

Disebutkan Carroll, Trump saat itu meminta saran kepadanya soal membeli sebuah lingerie untuk seorang wanita yang tidak disebut namanya. Kemudian dengan nada bercanda, Trump menyebut bahwa Carroll harus mencobanya terlebih dulu. Carroll menanggapi perkataan ini sebagai candaan dan ketika dia masuk ke dalam kamar pas, Trump langsung bertindak agresif terhadapnya.

"Saat pintu kamar pas ditutup, dia (Trump-red) menyergap saya, mendorong saya hingga ke dinding, membuat kepala saya terbentur cukup parah dan menempatkan mulutnya di bibir saya," tulis Carroll dalam bukunya.

Menurut Carroll, dirinya berusaha melawan hingga akhirnya berhasil mendorong Trump, lalu berlari keluar dari kamar pas.


Disebutkan juga oleh Carroll bahwa dirinya tidak melapor ke polisi karena takut dengan dampak yang akan dirasakannya. Dituliskan Carroll dalam bukunya bahwa dia tidak lebih awal mengungkapkan hal ini karena masih takut 'menerima ancaman pembunuhan, diusir dari rumah, dipecat, menjadi omongan orang-orang'.

"Bergabung dengan 15 wanita yang mengungkapkan kisah-kisah kredibel soal bagaimana pria itu memaksa, menggoda, merendahkan, menganiaya, mencabuli dan menyerang mereka, hanya untuk melihat pria itu berbalik badan, menyangkal, mengancam dan menyerang mereka, tidak pernah terdengar lebih menyenangkan," tulis Carroll dalam bukunya.

Reaksi keras diberikan Trump dalam pernyataannya, dengan menyebut Carroll sebagai 'pencari perhatian'.

"Saya tidak pernah bertemu dengan orang ini dalam hidup saya," tegas Trump. "Dia berusaha menjual sebuah buku baru -- itu seharusnya mengindikasikan motifnya. Buku itu seharusnya dijual di bagian fiksi," imbuhnya.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com