detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 17:39 WIB

Iran Tuduh Arab Saudi Menebar Perpecahan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Iran Tuduh Arab Saudi Menebar Perpecahan Foto: Dok. REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo
Teheran - Pemerintah Iran menuduh pemerintah Arab Saudi menebar perpecahan di wilayah Timur Tengah untuk menguntungkan Israel. Hal ini disampaikan Iran setelah Saudi menggelar KTT yang dihadiri para pemimpin negara-negara Arab untuk menggalang dukungan melawan Iran.

"Arab Saudi terus menebar perpecahan antara negara-negara Islam dan di wilayah ini, yang merupakan keinginan rezim Zionis," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyed Abbas Mousavi seperti dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (31/5/2019).

"Kami melihat upaya-upaya oleh Arab Saudi untuk menggalang negara-negara tetangga dan Arab melawan Iran sebagai kelanjutan dari upaya sia-sia oleh Amerika dan rezim Zionis," imbuhnya.


Sebelumnya, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud meminta negara-negara Arab untuk melawan tindakan "kriminal" Iran terkait serangan terhadap instalasi-instalasi minyak.

Pernyataan Raja Saudi itu disampaikan dalam pembukaan KTT darurat untuk membahas situasi di wilayah Teluk, yang dihadiri para pemimpin negara-negara Arab. KTT yang berlangsung di kota Mekah itu digelar setelah Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton mengatakan bahwa Iran hampir pasti berada di balik sabotase empat kapal tanker minyak, termasuk dua kapal Saudi di perairan lepas pantai Uni Emirat Arab, bulan ini. Teheran telah membantah tuduhan tersebut.

"Tidak adanya respons yang tegas terhadap tindakan sabotase Iran di wilayah itu telah mendorongnya untuk melanjutkan dan memperkuat mereka seperti yang kita lihat hari ini," kata Raja Salman seperti dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (31/5/2019).


"Tindakan kriminalnya baru-baru ini ... mengharuskan kita semua bekerja serius untuk menjaga keamanan dan pencapaian GCC (Dewan Kerjasama Teluk)," imbuh Raja Salman merujuk pada serangan terhadap instalasi-instalasi minyak di Teluk.

Saudi yang merupakan sekutu AS, juga tengah dihadapkan pada serangan-serangan drone dari kelompok pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran. Serangan tersebut mengakibatkan penutupan sementara sebuah jalur pipa minyak.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com