detikNews
Kamis 30 Mei 2019, 15:45 WIB

Boeing: Kompensasi Grounding 737 MAX Bisa Berupa Tunai dan Layanan

Novi Christiastuti - detikNews
Boeing: Kompensasi Grounding 737 MAX Bisa Berupa Tunai dan Layanan Ilustrasi (Stephen Brashear/Getty Images)
New York - Raksasa pembuat pesawat Amerika Serikat (AS), Boeing, akan menyesuaikan kompensasi terkait Boeing 737 MAX yang di-grounded secara global, berdasarkan preferensi maskapai-maskapai yang menjadi pelanggannya. Kompensasi itu bisa juga dibayarkan dalam bentuk layanan, selain dalam bentuk tunai.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/5/2019), Chief Executive Officer (CEO) Boeing, Dennis Muilenburg, mengakui krisis yang dialami Boeing 737 MAX usai dua tragedi Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302, telah mengguncang kepercayaan publik terhadap Boeing dan mempersulit pelanggan-pelanggannya.

"Kami tahu kami mengganggu jadwal musim panas bagi kebanyakan dari mereka (maskapai pelanggan Boeing), dan itu sulit, itu menyakitkan," ucap Muilenburg saat berbicara dalam sebuah konferensi investor di New York.

"Saya tidak melihat hal ini sebagai hal material tambahan bagi kami, tapi ini hal yang membutuhkan perhatian individual, setiap masing-masing pelanggan," imbuhnya.


Disebutkan Muilenburg bahwa kompensasi untuk maskapai pelanggan Boeing terkait grounding Boeing 737 MAX bisa berupa, mempercepat jadwal pengantaran pesawat atau penawaran latihan tambahan atau layanan tambahan, juga dalam bentuk uang tunai dalam beberapa kasus.

Lebih lanjut, Muilenburg mengakui akan dibutuhkan lebih banyak waktu sebelum otoritas penerbangan global menyetujui kembalinya Boeing 737 MAX yang di-grounded secara global sejak Maret lalu.

"Harapan kami adalah kami bisa memiliki kesesuaian internasional yang luas dengan FAA (Otoritas Penerbangan Federal AS)," ucap Muilenburg dalam konferensi investor tersebut.

"Tapi mungkin ada beberapa otoritas internasional yang akan beroperasi pada jadwal berbeda. Jadi kami telah menyesuaikan rencana kami, tergantung pada persetujuan regulasi untuk membuat pesawat kembali beroperasi dan terbang," imbuhnya.


FAA diperkirakan akan menjadi otoritas penerbangan pertama yang mengizinkan kembali mengudaranya Boeing 737 MAX. Namun para analis penerbangan menyebut FAA menginginkan agar, sedikitnya beberapa negara juga menyetujui kembalinya Boeing 737 MAX segera setelah pihaknya.

Muilenburg menyatakan, Boeing bersiap untuk fleksibel dalam menyikapi keputusan maskapai-maskapai pelanggannya terkait pencabutan grounding Boeing 737 MAX.

Pada Rabu (29/5) waktu setempat, Kepala Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), Alexandre de Juniac, menyatakan bahwa Boeing 737 MAX akan tetap di-grounded setidaknya '10 pekan hingga 12 pekan' ke depan, sementara otoritas penerbangan berbagai negara mengkaji perbaikan software yang diajukan Boeing.

Diketahui bahwa sejumlah maskapai dunia seperti United Airlines, Ryanair, Flydubai, Turkish Airlines serta tiga maskapai terbesar China, yakni China Eastern Airlines, Air China, dan China Southern Airlines telah meminta kompensasi dari Boeing terkait grounding dan penangguhan pengantaran Boeing 737 MAX.




Simak Juga 'American Airlines Perpanjang Pembatalan Penerbangan Boeing 737 MAX':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com