detikNews
Kamis 30 Mei 2019, 14:35 WIB

Pesawat 737 MAX Bermasalah, CEO Boeing: Kami Jelas Gagal

Novi Christiastuti - detikNews
Pesawat 737 MAX Bermasalah, CEO Boeing: Kami Jelas Gagal Dennis Muilenburg (Photo by Brendan SMIALOWSKI/AFP)
Chicago - Chief Executive Officer (CEO) Boeing, Dennis Muilenburg, mengakui bahwa perusahaannya gagal dalam menangani persoalan pada Boeing 737 MAX yang terlibat dalam dua tragedi maut Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302 yang menewaskan total total 346 orang.

Seperti dilansir AFP, Kamis (30/5/2019), hal tersebut disampaikan Muilenburg dalam wawancara khusus dengan CBS News, yang merupakan wawancara pertamanya dengan media sejak dua tragedi maut yang memicu Boeing 737 MAX di-grounded secara global sejak Maret lalu.

Muilenburg melontarkan pengakuan itu saat ditekan oleh editor pelaksana dan penyiar 'CBS Evening News', Norah O'Donnell, soal kegagalan Boeing dalam memberitahu Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (AS) atau FAA selama lebih dari satu tahun terkait sinyal darurat yang dinonaktifkan pada Boeing 737 MAX.

Sinyal darurat yang dimaksud adalah 'disagree alert' yang akan memberitahu pilot soal perbedaan data antara kedua sensor angle-of-attack (AOA) pada pesawat. Sensor AOA diketahui mengukur sudut pesawat dibandingkan udara yang masuk ke sayap, untuk memperingatkan potensi stall pada badan pesawat.


Sensor AOA itu memberikan data kepada Sistem Augmentasi Manuver Karakteristik (MCAS) atau sistem anti-stall yang disinyalir berkontribusi pada dua kecelakaan maut Lion Air JT 610 pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret lalu.

FAA diketahui tidak menyadari adanya masalah pada sistem peringatan pilot pada Boeing 737 MAX hingga terjadinya kecelakaan Lion Air, atau lebih dari 13 bulan setelah teknisi Boeing pertama kali menemukan masalah tersebut.

Desain pada sistem MCAS dikritik oleh para pakar penerbangan, karena hanya dihubungkan dengan satu sensor AOA saja pada saat itu. Hal ini disinyalir memicu kerentanan bagi terjadinya malfungsi.

Dalam dua kecelakaan Boeing 737 MAX, baik Lion Air dan Ethiopian Airlines, sistem MCAS diketahui secara otomatis mendorong hidung pesawat ke bawah berdasarkan data keliru dari sensor AOA. Situasi ini mempersulit pilot yang berjuang mengendalikan pesawat yang terus menukik saat lepas landas.


Muilenburg yang sebelumnya berulang kali membantah adanya cacat desain pada Boeing 737 MAX, akhirnya mengakui adanya kesalahan.

"Kami jelas gagal dan penerapan disagree alert pada sensor angle-of-attack ini adalah sebuah kesalahan, kami tidak menerapkannya dengan benar," ucap Muilenburg kepada CBS News.

"Komunikasi kami soal itu tidak seperti yang seharusnya," sebutnya, sembari memastikan bahwa masalah yang muncul pada Boeing 737 MAX tengah diperbaiki.

Ditambahkan Muilenburg bahwa dirinya meyakini pada keamanan Boeing 737 MAX setelah semua tragedi yang terjadi. Bahkan dia tidak ragu untuk membiarkan keluarganya terbang dengan pesawat jenis tersebut di masa mendatang. "Kami meyakini keamanan mendasar pesawat tersebut," tegasnya.


Simak Juga 'Boeing 737 Max 8 Dilarang Jadi Angkutan Lebaran 2019':

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com