DetikNews
Rabu 15 Mei 2019, 15:40 WIB

Pilot AS Pernah Desak Boeing Perbaiki Keamanan 737 MAX Usai Tragedi Lion Air

Novi Christiastuti - detikNews
Pilot AS Pernah Desak Boeing Perbaiki Keamanan 737 MAX Usai Tragedi Lion Air Ilustrasi (Stephen Brashear/Getty Images)
Washington DC - Para pilot maskapai Amerika Serikat (AS) American Airlines dilaporkan sempat mendesak Boeing untuk mengambil tindakan usai tragedi jatuhnya Lion Air JT 610 tahun lalu. Para pilot saat itu berusaha mendesak pejabat eksekutif Boeing untuk melakukan perubahan keamanan pada Boeing 737 MAX.

Seperti dilansir AFP, Rabu (15/5/2019), dorongan untuk perubahan keamanan itu bisa memicu grounded sementara pada Boeing 737 MAX yang merupakan produksi Boeing paling laku. Informasi itu dilaporkan oleh media-media terkemuka AS, New York Times (NYT) dan CBS News, setelah mereka mendapatkan rekaman audio tertanggal 27 November 2018 yang berisi percakapan dalam rapat antara serikat pilot American Airlines dan para pejabat Boeing.

Diketahui bahwa Boeing 737 MAX 8 saat ini di-grounded secara global setelah tragedi Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret lalu, yang menewaskan 157 orang. Tragedi tersebut semakin mengarahkan sorotan pada sistem anti-stall MCAS, yang diyakini para penyidik berkontribusi pada kecelakaan tersebut.


Rekaman audio itu menunjukkan bahwa para pilot di AS ternyata sudah mengkhawatirkan keamanan Boeing 737 MAX setelah terjadi kecelakaan Lion Air JT 610 pada Oktober 2018, yang menewaskan 189 orang. Menurut laporan tersebut, para pilot secara khusus mengkhawatirkan sistem MCAS pada Boeing 737 MAX.

"Belum ada yang menyimpulkan bahwa penyebab satu-satunya dari ini adalah fungsi tersebut pada pesawat," ucap Wakil Presiden Boeing, Mike Sinnett, dalam rapat tersebut, merujuk pada fungsi sistem MCAS.

"Hal terburuk yang bisa terjadi adalah tragedi seperti ini dan hal yang lebih buruk adalah tragedi lainnya," sebut Sinnett dalam rapat yang digelar empat bulan sebelum tragedi Ethiopian Airlines terjadi.


Dalam rapat tersebut, para pilot mengungkapkan bahwa mereka merasa tidak mendapat cukup informasi soal sistem MCAS, yang tergolong baru untuk jenis Boeing 737 MAX 8. "Orang-orang ini bahkan tidak tahu sistem itu ada dalam pesawat, demikian juga orang lain," ucap Kepala Keamanan Serikat Pilot American Airlines, Mike Michaelis.

Usai tragedi Lion Air, Boeing merilis instruksi tambahan untuk para pilot jika mereka mengalami malfungsi sistem MCAS. Namun dalam surat yang didapatkan AFP, Michaelis menyatakan bahwa instruksi itu tidak cukup bagi para pilot untuk mengetahui bagaimana cara menangani malfungsi pada sistem anti-stall Boeing 737 MAX.

Laporan NYT menyebut bahwa saat itu, Michaelis meminta para eksekutif Boeing dalam rapat tersebut untuk mempertimbangkan upgrade software pada Boeing 737 MAX 8, yang mungkin akan menyebabkan pesawat jenis tersebut di-grounded untuk sementara waktu.


Diketahui bahwa banyak maskapai dan pemerintahan berbagai negara meminta agar Boeing 737 MAX 8 berhenti terbang dalam beberapa hari setelah tragedi Ethiopian Airlines. Saat ini, Boeing tengah melakukan perbaikan software pada sistem penerbangan Boeing 737 MAX dan mengharapkan persetujuan segera dari otoritas penerbangan. Namun masih belum jelas apakah Boeing 737 MAX akan bisa mengudara sebelum akhir musim perjalanan musim panas.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed