detikNews
Sabtu 11 Mei 2019, 15:22 WIB

Wanita India Diperkosa Bergiliran di Hadapan Suaminya

Novi Christiastuti - detikNews
Wanita India Diperkosa Bergiliran di Hadapan Suaminya Ilustrasi (detikcom/Edi Wahyono)
New Delhi - Kasus pemerkosaan brutal kembali terjadi di India. Seorang wanita diperkosa secara bergiliran oleh sekelompok pria, di hadapan suaminya yang disekap.

Seperti dilaporkan The Times of India dan dilansir The Sun, Sabtu (11/5/2019), tindak pemerkosaan ini terjadi pada 26 April lalu di Alwar, Rajasthan. Namun laporan kasus ini baru dicatat secara resmi oleh polisi setempat pada Selasa (7/5) lalu.

Laporan NDTV menyebut korban melaporkan kasus pemerkosaan ini ke polisi pada 30 April, namun laporan resminya baru dicatat pada 7 Mei. Korban menyebut polisi saat itu menyatakan kasus ini tidak bisa segera ditangani karena ada persoalan staf terkait pelaksanaan pemilu daerah di wilayah Rajasthan. Diketahui Rajasthan menggelar pemilu dua tahap untuk parlemen India pada 29 April dan 6 Mei lalu.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Inspektur Jenderal Polisi Jaipur Range S Sengathir, yang menyangkal bahwa polisi berupaya mengabaikan kasus ini.


Identitas korban yang berasal dari kasta Dalit ini dirahasiakan dan hanya disebut berusia 20 tahun. Dituturkan korban yang merasa trauma namun bersedia diwawancarai The Times of India, bahwa kasus ini berawal saat dirinya dan sang suami bepergian menggunakan sepeda motor dan dicegat sekelompok pria.

Setidaknya ada lima pria yang mencegat korban dan suaminya lalu menggiring mereka ke sebuah ngarai. Kelima pria itu kemudian memaksa korban dan suaminya melucuti pakaian mereka. Saat korban dan suaminya melakukan perlawanan, para pelaku secara paksa melucuti pakaian keduanya.

Sang suami dipukuli dan diikat dalam keadaan bugil, kemudian dipaksa menyaksikan momen menyakitkan saat istrinya diperkosa secara bergiliran oleh kelima pelaku selama tiga jam. Aksi bejat ini direkam dengan telepon genggam pelaku.

Suami korban yang tidak disebut namanya, menyebut momen itu sebagai 'tiga jam di neraka'. "Mereka membawa kami ke sebuah ngarai dan meminta kami untuk melucuti pakaian kami. Ketika kami melawan, mereka mulai merobek pakaian kami hingga kami terpaksa melepaskannya. Apa yang terjadi selanjutnya adalah tiga jam di neraka. Awalnya kami berteriak minta tolong, tapi kami menyerah setelah menyadari itu sia-sia," tutur sang suami kepada The Times of India.


Korban dan suaminya awalnya tidak langsung melaporkan pemerkosaan ini, karena takut para pelaku membahayakan orangtua dan keluarga mereka. Namun akhirnya mereka memutuskan untuk melapor ke polisi karena tidak ingin orang lain mengalami hal serupa.

Setelah korban melapor ke polisi, para pelaku masih nekat meminta uang kepadanya sebagai jaminan untuk tidak menyebarluaskan video pemerkosaan itu. Namun pelaku akhirnya mengunggah video pemerkosaan itu ke media sosial pada 4 Mei lalu.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir NDTV, National Commission for Scheduled Castes -- badan konstitusional India yang bertugas mengawasi perlindungan terhadap eksploitasi kasta terendah di negara tersebut -- meminta jajaran kepolisian setempat ditindak secara hukum karena tidak secara cepat menangani kasus ini.

Pada Selasa (7/5) lalu, pemerintahan Rajasthan mencopot Kepala Kepolisian Alwar Rajiv Pachar dan menonaktifkan seorang polisi bernama Sardar Singh yang bertugas saat korban dan suaminya pertama melapor. Empat polisi lainnya juga dinonaktifkan dari tugasnya.


Wakil Ketua komisi tersebut, L Murgan, menuturkan kepada Press Trust of India (PTI) bahwa korban telah mendapatkan kompensasi sebesar 4 lakh Rupee atau 400 ribu Rupee (Rp 81,4 juta), terlepas dari kompensasi sebesar 50 ribu Rupee dari Departemen Urusan Wanita dan Anak. Kasus ini memicu protes di sebagian wilayah Rajasthan dengan para demonstran meminta hukum ditegakkan untuk korban.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed