detikNews
Sabtu 11 Mei 2019, 13:32 WIB

Trump Sebut Uji Coba Rudal Korut Bukan Pelanggaran Kepercayaan

Novi Christiastuti - detikNews
Trump Sebut Uji Coba Rudal Korut Bukan Pelanggaran Kepercayaan Donald Trump dan Kim Jong-Un saat bertemu di Singapura tahun lalu (REUTERS/Jonathan Ernst)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut uji coba rudal yang baru dilakukan Korea Utara (Korut) bukanlah 'pelanggaran kepercayaan'. Komentar Trump ini dinilai menganggap remeh uji coba rudal Korut.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (11/5/2019), Trump dalam wawancara dengan media terkemuka AS, Politico, terkesan meremehkan uji coba yang baru saja dilakukan Korut dengan menyebutnya sebagai 'hal sangat standar'.

"Itu rudal-rudal jarak pendek dan saya sama sekali tidak menganggapnya sebagai sebuah pelanggaran kepercayaan. Dan, Anda tahu, pada suatu saat nanti saya mungkin akan menganggapnya demikian. Tapi pada saat ini, tidak demikian," ucap Trump dalam wawancara dengan Politico.

"Ini merupakan rudal-rudal jarak pendek dan hal yang sangat standar. Sangat standar," imbuhnya.


Korut menembakkan dua rudal jarak pendek pada Kamis (9/5) lalu, yang merupakan aktivitas rudal kedua Korut dalam sepekan terakhir.

Aksi Korut yang kembali menggelar uji coba rudal itu merupakan yang pertama sejak November 2017, saat pemimpin Korut Kim Jong-Un menawarkan perundingan pada Korsel dan AS, yang kemudian berujung dua kali pertemuan dengan Trump dan tiga kali pertemuan dengan Presiden Korsel Moon Jae-In.

Trump yang sebelumnya menyebut dirinya dan Kim Jong-Un memiliki hubungan baik, mengakui bahwa dirinya mungkin saja akan hilang kepercayaan pada Kim Jong-Un suatu saat nanti.

"Maksud saya, itu mungkin saja terjadi pada suatu saat nanti saya akan hilang kepercayaan (pada Kim Jong-Un), tapi sekarang tidak begitu," tegasnya.


Dalam pernyataan terpisah pada wartawan, Trump tampak masih membuka pintu perundingan dengan Korut. "Hubungan masih berlanjut ... Saya tahu mereka ingin berunding, mereka bicara soal perundingan. Tapi saya pikir mereka tidak siap untuk berunding," tandasnya.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed