detikNews
Jumat 26 April 2019, 16:59 WIB

Usai Teror Masjid, 11 Senjata Api Dicuri dari Kantor Polisi New Zealand

Novi Christiastuti - detikNews
Usai Teror Masjid, 11 Senjata Api Dicuri dari Kantor Polisi New Zealand Ilustrasi (REUTERS/Jorge Silva)
Wellington - Kepolisian Selandia Baru (New Zealand) dibuat malu dengan pencurian senjata api dari salah satu kantor polisi setempat. Sedikitnya ada 11 senjata api yang dicuri di tengah skema pembelian kembali atau buy-back untuk senjata-senjata api yang dimiliki warga Selandia Baru usai teror dua masjid di Christchurch.

Seperti dilansir AFP, Jumat (26/4/2019), senjata-senjata api itu yang beberapa memang akan dihancurkan itu, dicuri dari kantor polisi Palmerston North yang ada di North Island, satu dari dua pulau utama Selandia Baru.

"Saya sangat khawatir soal apa yang terjadi. Ini sungguh tidak bisa diterima," ucap Pelaksana Tugas (Plt) Komandan Kepolisian setempat, Sarah Stewart.


Media lokal, Radio New Zealand, melaporkan bahwa sedikitnya satu senjata yang dicuri adalah jenis senapan semi-otomatis yang telah dilarang di negeri kiwi tersebut. Namun Stewart menolak untuk menanggapi laporan ini.

"Sebelas senjata api yang ada di area penyimpanan barang bukti, saat ini menghilang. Saya menjelaskan bahwa ini bukanlah senjata api milik polisi, namun bagian dari senjata-senjata yang disimpan sebagai barang bukti atau diserahkan untuk dihancurkan," jelas Stewart.

Kepala Kepolisian Selandia Baru, Mike Bush, telah memerintahkan penyelidikan segera atas pencurian senjata api ini. Bush juga memerintahkan dilakukannya audit terhadap keamanan terkait senjata-senjata api yang disimpan di seluruh kantor polisi di Selandia Baru.


Dinyatakan kepolisian setempat bahwa pihaknya tengah memburu seorang pria berusia 38 tahun yang terdeteksi ada di halaman kantor polisi Palmerston North saat pencurian senjata terjadi.

Diketahui bahwa usai teror dua masjid di Christchurch pada 15 Maret lalu, otoritas Selandia Baru dengan segera memperketat aturan senjata api. Aturan hukum yang baru bertujuan menghilangkan senapan semi-otomatis dari peredaran melalui skema buy-back, larangan total dan penjatuhan hukuman lebih berat.

Di bawah skema buy-back, senjata-senjata api milik warga yang didapat secara legal wajib diserahkan kepada polisi untuk selanjutnya dibeli pemerintah. Sejauh ini sudah sekitar 3 ribu senjata api yang diserahkan kepada polisi Selandia Baru.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed