DetikNews
Selasa 23 April 2019, 13:46 WIB

China Larang Warganya ke Sri Lanka Usai Serangan Bom Paskah

Novi Christiastuti - detikNews
China Larang Warganya ke Sri Lanka Usai Serangan Bom Paskah Kondisi salah satu gereja di Sri Lanka usai diserang bom saat perayaan Paskah pada Minggu (21/4) (Reuters)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Beijing - Pemerintah China memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Sri Lanka usai rentetan bom mematikan saat perayaan Paskah. Bagi warga China yang sudah ada di Sri Lanka diminta menjauhi pusat keramaian.

Seperti dilansir CNN, Selasa (23/4/2019), larangan perjalanan atau travel warning ini dirilis oleh Kementerian Luar Negeri China dan Kedutaan Besar China di Sri Lanka pada Selasa (23/4) waktu setempat.

"Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan China di Sri Lanka memperingatkan warga China untuk tidak bepergian ke Sri Lanka dalam waktu dekat," demikian pernyataan gabungan Kementerian Luar Negeri China dan Kedutaan Besar China di Sri Lanka.

"Bagi warga China yang sudah ada di sana (Sri Lanka-red), tolong perkuat langkah-langkah perlindungan diri dan menjauhlah dari area-area keramaian, dan patuhi imbauan keselamatan dari kedutaan dan berita-berita lokal," imbuh pernyataan tersebut.


Korban tewas akibat rentetan bom di delapan lokasi berbeda di Sri Lanka pada Minggu (21/4) waktu setempat bertambah menjadi 310 orang. Sekitar 500 orang lainnya mengalami luka-luka.

Otoritas Sri Lanka dalam pernyataannya menyebut terdapat sedikitnya 37 warga negara asing (WNA) yang turut menjadi korban tewas. Mereka termasuk tiga warga Inggris, dua warga Turki dan satu warga Portugal, serta dua orang lainnya yang memegang kewarganegaraan ganda Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan dari pemerintah berbagai negara menyatakan korban tewas juga terdiri atas dua warga China, satu warga Jepang, tiga warga Denmark, satu warga Belanda dan sedikitnya lima warga India.

Pihak Kementerian Luar Negeri Sri Lanka menyatakan sembilan WNA dilaporkan masih hilang dan ada sekitar 25 jenazah belum teridentifikasi yang diyakini WNA.


Laporan media-media China menyebut dua warga China yang tewas merupakan saudara sepupu. Pihak keluarga dilaporkan telah mengidentifikasi mereka.

Sebelumnya Departemen Luar Negeri AS merilis imbauan perjalanan (travel advisory) terbaru untuk Sri Lanka Otoritas AS menyebut ada kemungkinan kelompok-kelompok teroris masih merencanakan serangan lainnya di Sri Lanka.

"Tingkatkan kewaspadaan di Sri Lanka karena terorisme," demikian bunyi imbauan perjalanan yang dirilis Deplu AS.

"Kelompok-kelompok teroris terus merencanakan potensi-potensi serangan di Sri Lanka," tegas imbauan perjalanan AS tersebut. "Teroris bisa saja menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan," imbuh imbauan perjalanan tersebut.


(nvc/dhn)
FOKUS BERITA: Bom Guncang Sri Lanka
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed